Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Redaksi Nolesa

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Di Balik Kata dan Doa

Tentang dirimu,

Yang akan selamanya menjadi milikmu,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam bait-bait sajakku yang ditujukan padamu.

Berjalanlah dengan lembut di setiap langkah yang kau tuju,

Peliharalah lekuk senyummu yang memancarkan keindahanmu

Aku menyayangimu,

Dalam setiap doa yang kutitipkan, selalu terukir namamu.

Dalam goresan lukisanku,

Dalam hela-hela kata yang kutulis,

Selalu ada kamu,

Meski helaan nafasku tak terdengar olehmu

Aku masih terus menyayangkan

Hilangnya hadirmu dari sisiku

Fatamorgana yang Abadi

Dalam rengkuhan ingatanku

Baca Juga :  Meja Panjang Pak Marito

Aku masih mengingat manisnya senyummu

Indra penciumanku masih mengingat harummu

Dalam fatamorgana yang fana

Kamu abadi

Aku tidak tahu

Antara intensitas hujan dan tangisku

Mana yang lebih kuat,

Mana yang lebih deras frekuensinya

Yang aku tahu

Selalu ada harap dalam cakrawalaku

Agar senantiasa memelukmu

Daya Tarik Tak Terjangkau

Dari banyaknya insan yang tercipta

Aku selalu punya satu pertanyaan

Adakah kamu di situ?

Magnet dari dalam dirimu

Yang selalu mengikat dalam porosku

Ada sorot teduh dalam tatapanmu

Yang selalu hangat dalam benakku

Bukan aku terlalu cinta terhadapmu

Baca Juga :  Pertemuan, Puisi I’m Faik

Tapi daya tarikmu yang selalu mengikatku

Seperti takdir yang tak pernah bisa kutolak,

Tapi tak pernah bisa aku rengkuh

Dalam diam dan rindu yang tak bertepi

Sesayup desir yang berbunyi

Apakah kau tau itu?

Oh, Tuan

Bayang Semu

Penyangkalanku akan kepergianmu

Bayangmu yang menjadi semu

Lihai sekali ucapanmu

Untaian kata yang terucap olehmu

Tertangkap jelas oleh ingatanku

Dalam rangkaian askaraku

Benar saja kalau tokoh utamanya kamu

Yang ku biarkan menetap dalam karyaku

Lalu menyelinap dalam kalbu

Ku ucapkan terima kasih

Baca Juga :  Kereta Api - Puisi Lusa Indrawati (Jawa Timur)

Atas segala warna olehmu

Yang kemudian menjadi abu

Dunia dan Dimensiku

Sejauh ini

Aku ingin bertanya kepadamu

Apakah rayuku tidak terlihat olehmu

Tidak adakah satu yang tertuju

Dalam hatimu yang beku

Baiklah, tuan

Izinkan rasaku terus berputar

Dalam lingkar porosmu

Kalau kau mau

Kenalkanlah bagaimana duniamu kepadaku

Maka akan aku ceritakan pula dimensiku

Kau tahu ?

Setiap sorot mata teduh yang kau beri kepadaku

Selalu ada desir dalam hatiku

Aku selalu jatuh cinta kepadamu

*) Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)

Berita Terkait

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:36 WIB

Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Berita Terbaru

Pertama di Madura, UTM Resmi Buka Fakultas Kedokteran (kolase foto)

Pendidikan

Pertama di Madura, UTM Resmi Buka Fakultas Kedokteran

Minggu, 7 Jun 2026 - 21:51 WIB

(for NOLESA.COM)

Cerpen

Penunggu di Ujung Malam

Minggu, 7 Jun 2026 - 08:10 WIB

(for NOLESA.COM)

Puisi

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Minggu, 7 Jun 2026 - 07:57 WIB