SLEMAN, NOLESA.COM – Upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus diperkuat melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk yang melibatkan masyarakat secara langsung. Di RW 27 Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Sebanyak 18 kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) turun menyambangi rumah-rumah warga untuk memastikan lingkungan tetap aman dari potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, Minggu kemarin, 19 Juli 2026.
Dipimpin Sri Wahyuni, para kader menyisir permukiman dari rumah ke rumah. Mereka memeriksa berbagai tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, mulai dari bak mandi, penampungan air dispenser, talang hujan, vas bunga, hingga wadah penampung air yang terbuka di sekitar pekarangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menemukan jentik nyamuk, tetapi juga membangun kesadaran warga bahwa kebersihan lingkungan merupakan benteng pertama dalam mencegah penularan DBD.
“Pemeriksaan meliputi berbagai wadah yang dapat menampung genangan air. Pemantauan rutin membantu mendeteksi potensi perkembangbiakan nyamuk lebih dini,” ujar Sri di sela-sela pemeriksaan.
Menurut Sri, keberhasilan menekan kasus DBD sangat bergantung pada kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Karena itu, setiap warga diharapkan tidak hanya mengandalkan pemeriksaan rutin dari kader Jumantik, tetapi juga melakukan pengawasan secara mandiri.
Selain melakukan inspeksi, para kader turut memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta melakukan berbagai langkah pencegahan agar terhindar dari gigitan nyamuk.
Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya pencegahan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyebaran virus demam berdarah.
Sri kembali mengingatkan bahwa pemberantasan DBD bukan hanya tanggung jawab kader Jumantik maupun pemerintah. Peran aktif seluruh masyarakat menjadi faktor utama agar penyebaran penyakit tersebut dapat ditekan secara berkelanjutan.
Melalui kebiasaan sederhana, seperti rutin memeriksa tempat penampungan air dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, warga Kalurahan Condongcatur diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus meminimalkan ancaman DBD di wilayahnya. (*)
Penulis : Wail Arrifki









