Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Redaksi Nolesa

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini (Foto: Ist)

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini (Foto: Ist)

TAPANULI UTARA, NOLESA.COM – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk memperkuat hilirisasi komoditas pertanian sekaligus membangun ekosistem ekonomi yang menghubungkan petani, UMKM, hingga industri dari hulu ke hilir.

Dorongan tersebut disampaikan Novita Hardini saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Tapanuli Utara pada 3 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, politikus PDIP itu menyerap berbagai aspirasi masyarakat sekaligus melihat potensi pengembangan sektor pertanian, UMKM, industri, pariwisata, serta akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurut Novita, Tapanuli Utara memiliki potensi besar pada sejumlah komoditas pertanian, khususnya kopi, durian, dan jagung. Namun, potensi tersebut dinilai belum memberikan nilai tambah secara maksimal karena sebagian hasil pertanian masih dipasarkan dalam bentuk komoditas mentah. Karena itu, diperlukan pengembangan industri pengolahan agar hasil pertanian dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Novita menekankan bahwa hilirisasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan industri pengolahan. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang membuat masyarakat lokal, terutama petani dan UMKM, terhubung langsung dengan rantai ekonomi tersebut. Dengan pola ini, UMKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok dan memperoleh manfaat dari tumbuhnya investasi serta industri di daerah.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara lebih aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan untuk membuka peluang investasi dan menyelesaikan berbagai hambatan yang ada. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan dan status lahan, termasuk kemungkinan adanya lahan yang merupakan tanah masyarakat adat. Menurutnya, persoalan tersebut perlu diselesaikan secara baik agar investasi dapat berjalan dengan kepastian, sekaligus tetap memberikan ruang dan manfaat bagi masyarakat pemilik atau pengelola lahan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Sindir ini Ketika Menghadiri GTRA Summit 2022 di Wakatobi 

Dalam kunjungan tersebut, Novita turut menerima aspirasi terkait penyaluran KUR. Ia mengapresiasi dukungan perbankan terhadap UMKM, namun masyarakat berharap pembiayaan untuk sektor kuliner dapat diperkuat karena sektor tersebut memiliki peluang pengembangan yang besar. Aspirasi itu akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di Komisi VII DPR RI.

Baca Juga :  Indonesia Terima Bantuan Vaksin dari Pemerintah Jepang

Novita juga menilai aktivitas ekonomi masyarakat lokal merupakan kekuatan penting bagi Tapanuli Utara. Karena itu, pengembangan komoditas pertanian, penguatan UMKM, akses pembiayaan, penyelesaian persoalan lahan, dan masuknya investasi perlu dilakukan secara terintegrasi.

Ia berharap kopi, durian, jagung, serta berbagai potensi lokal lainnya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, hilirisasi dapat menciptakan peluang usaha, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Utara. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler
Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas
Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan
Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah
Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek
Ketua DPR RI Puan Mahan Soroti RAPBN 2027 yang Hampir Tembus Rp4.000 Triliun
Para Tamu Istimewa Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI 2026

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Senin, 7 September 2026 - 23:08 WIB

Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:17 WIB

SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan

Berita Terbaru