Jakarta, NOLESA.COM — Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Di tengah deretan pejabat negara dan tokoh politik yang hadir, Presiden Prabowo Subianto secara khusus memperkenalkan delapan warga yang menjadi tamu istimewa dalam agenda kenegaraan tersebut.
Kedelapan warga itu bukan berasal dari kalangan pejabat, politisi, maupun tokoh elite. Mereka merupakan masyarakat yang disebut Prabowo merasakan langsung manfaat sejumlah program pemerintah, mulai dari kebijakan pupuk, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, bantuan sosial, bantuan perbaikan rumah, hingga KPR subsidi.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari narasi Presiden mengenai berbagai program pemerintah yang diklaim mulai memberikan dampak kepada masyarakat. Satu per satu, Prabowo memperkenalkan mereka di hadapan peserta sidang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut delapan tamu istimewa yang diperkenalkan Presiden Prabowo:
1. Joko Purnomo, petani dari Ngawi
Tamu pertama yang diperkenalkan Prabowo adalah Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwasari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Prabowo menyebut Joko telah sekitar 20 tahun menjadi petani. Ia disebut merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah terkait pupuk dan teknologi pertanian.
Menurut Prabowo, produktivitas pertanian Joko kini mencapai sekitar 9 ton padi per hektare dengan pola panen hingga tiga kali dalam setahun.
“Pak Joko telah 20 tahun bertani dan teknologi dan pupuk yang telah disediakan pemerintah. Ia sekarang bisa panen tiga kali setahun, dengan produktivitas 9 ton padi per hektare,” kata Prabowo dalam pidatonya.
2. Kristina Beno, siswi dari Merauke
Tamu berikutnya adalah Kristina Beno, siswi kelas VI sekolah dasar asal Merauke, Papua Selatan.
Kristina hadir sebagai salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengatakan program tersebut membantu Kristina menjadi lebih bugar, lebih fokus mengikuti pelajaran, serta lebih rajin hadir di sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo bahkan menyampaikan harapan agar Kristina suatu hari nanti dapat berada di posisi sebagai orang yang duduk di parlemen.
3. Muhammad Risky Pratama, siswa Sekolah Rakyat
Nama ketiga adalah Muhammad Risky Pratama, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan yang berusia 12 tahun.
Prabowo menceritakan bahwa sebelum masuk Sekolah Rakyat, Risky pernah mengalami kondisi sulit. Ia harus mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram ikan untuk dijual.
Risky juga sempat putus sekolah dan belum lancar membaca maupun berhitung. Melalui Sekolah Rakyat, ia kembali memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
Kisah Risky menjadi salah satu contoh yang digunakan Prabowo untuk menggambarkan tujuan program Sekolah Rakyat dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
4. Citra Nur Ramadhani, siswi dari Pangkajene dan Kepulauan
Citra Nur Ramadhani merupakan siswa Sekolah Rakyat dari Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Prabowo mengatakan Citra hampir berhenti sekolah ketika duduk di kelas IV SD. Saat itu, Citra harus membantu ibunya berjualan kacang. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara ibunya merupakan penyandang disabilitas.
Melalui Sekolah Rakyat, Citra kembali memperoleh kesempatan untuk bersekolah tanpa harus meninggalkan keluarganya dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sulit.
Citra juga disebut memiliki prestasi di bidang olahraga. Ia berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.
Dalam momen tersebut, Prabowo sempat berbincang dengan Citra dan menanyakan usianya yang masih 10 tahun.
5. Susanah, penerima PKH dan Program Sembako
Tamu kelima adalah Susanah dari Kabupaten Bogor.
Susanah merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh harian dengan mengupas bawang dan memperoleh upah sekitar Rp700 per kilogram.
Menurut Prabowo, bantuan pemerintah yang diterima Susanah turut membantu mempertahankan keberlangsungan pendidikan anak-anaknya.
Kehadiran Susanah sekaligus menjadi gambaran kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial pemerintah.
6. Margarelitha Rohi, penerima bansos ATENSI dari Kupang
Selanjutnya ada Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Margarelitha diperkenalkan sebagai penerima manfaat bantuan sosial ATENSI. Prabowo menceritakan bahwa sejak kecil Margarelitha hidup dalam kondisi sulit dan tidak pernah memperoleh pendidikan formal.
Pada usia 38 tahun, Margarelitha masih bekerja dengan berdagang sekaligus merawat tantenya yang telah berusia 80 tahun.
Bantuan sosial ATENSI berupa beras dan minyak disebut menjadi salah satu penopang kebutuhan keluarganya.
7. Thelma Humena, penerima bantuan perbaikan rumah
Tamu ketujuh adalah Thelma Humena dari Kota Manado, Sulawesi Utara.
Thelma merupakan penerima manfaat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Sebelum memperoleh bantuan, kondisi rumahnya disebut memiliki sejumlah persoalan, mulai dari fondasi yang rapuh hingga kerusakan pada dinding, lantai, dan atap.
Melalui program BSPS, keluarga Thelma dapat memperbaiki rumah mereka sehingga memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
8. Andre Kawaru, penerima KPR subsidi
Tamu terakhir yang diperkenalkan Prabowo adalah Andre Kawaru dari Samarinda.
Andre sehari-hari bekerja sebagai pedagang kelinci yang berpindah dari satu pasar ke pasar lainnya. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan.
Kondisi tersebut berubah setelah Andre memperoleh akses KPR Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Melalui program tersebut, Andre kini dapat memiliki rumah sendiri.
Prabowo menilai rumah bukan hanya persoalan kepemilikan aset, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman, martabat, dan masa depan keluarga.
Kehadiran delapan warga tersebut membuat Sidang Tahunan MPR 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para elite negara. Presiden Prabowo menjadikan mereka sebagai representasi masyarakat yang disebut telah merasakan langsung berbagai program pemerintah.
Delapan sosok tersebut juga memperlihatkan spektrum program yang menjadi perhatian pemerintah, mulai dari sektor pertanian dan pangan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga perumahan.
Dengan memperkenalkan mereka di hadapan forum kenegaraan, Prabowo sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah kebijakan pemerintah pada akhirnya hendak diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat.
Penulis : Wail Arrifqi
Editor : Ahmad Farisi









