SUMENEP, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat identitas daerah sebagai Kota Keris. Salah satu langkah yang dilakukan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, yakni mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggunakan keris karya perajin lokal sebagai suvenir bagi tamu resmi dari luar daerah.
Kebijakan tersebut tidak sekadar bertujuan melestarikan warisan budaya, tetapi juga menjadi strategi untuk memperluas promosi keris Sumenep. Di sisi lain, meningkatnya penggunaan keris sebagai cendera mata diharapkan mampu mendorong permintaan produk, memperkuat ekonomi para empu dan perajin, serta memperkenalkan nama Sumenep hingga tingkat nasional dan internasional.
Bupati Fauzi, sapaan akrab Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pemerintah daerah harus menjadi pihak pertama yang menggunakan sekaligus mempromosikan produk lokal. Menurutnya, produk budaya Sumenep memiliki nilai dan kualitas yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya menginstruksikan seluruh OPD agar setiap menerima tamu dari luar daerah memberikan suvenir berupa keris hasil karya perajin Sumenep. Kita memiliki produk yang berkualitas, bernilai budaya tinggi, dan telah menjadi identitas daerah yang harus kita banggakan,” kata Bupati Fauzi dalam sebuah kesempatan.

Ia menjelaskan, setiap keris yang dibawa pulang oleh tamu dari luar daerah secara tidak langsung menjadi media promosi bagi Sumenep. Keris tersebut tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga memperkenalkan kualitas dan keahlian para empu kepada masyarakat di berbagai wilayah.
“Keris bukan hanya benda pusaka. Di dalamnya terdapat sejarah panjang, filosofi kehidupan, karya seni, dan jati diri masyarakat Sumenep. Karena itu, keris harus terus diperkenalkan kepada dunia melalui langkah-langkah nyata,” ujarnya.
Menurut Bupati Fauzi, penggunaan keris sebagai suvenir resmi juga dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha para empu dan perajin. Meningkatnya kebutuhan keris berpotensi membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha kerajinan tersebut.
“Kalau pemerintah konsisten menggunakan produk lokal, masyarakat dan para tamu akan semakin percaya terhadap kualitas karya anak daerah. Inilah bentuk keberpihakan nyata kepada para perajin kita,” tegasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut Sumenep telah lama dikenal sebagai salah satu sentra keris terbaik di Indonesia. Keris Sumenep memiliki nilai sejarah, seni, dan budaya yang tinggi sehingga reputasi tersebut perlu terus dijaga melalui kebijakan pemerintah yang berpihak pada pelestarian budaya dan kesejahteraan perajin.
“Kita ingin para empu tidak hanya dikenal sebagai penjaga tradisi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari karya luar biasa yang mereka hasilkan. Budaya harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, Bupati Fauzi mengajak seluruh jajaran pemerintah menjadikan penggunaan produk lokal sebagai bagian dari budaya dalam setiap kegiatan pemerintahan.
“Mari kita jadikan keris sebagai kebanggaan bersama. Ketika kita mencintai dan menggunakan karya masyarakat sendiri, sesungguhnya kita sedang menjaga sejarah, memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka masa depan yang lebih baik bagi para perajin dan generasi penerus,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









