Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun

Redaksi Nolesa

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya dalam rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17/7/2026 (Foto: Istimewa)

Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya dalam rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17/7/2026 (Foto: Istimewa)

MALANG, NOLESA.COM – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menaikkan target pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Jika sebelumnya program itu diproyeksikan rampung dalam empat tahun, kini Presiden meminta target tersebut dipercepat menjadi hanya dua tahun.

Target baru itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya dalam rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat kemarin, 17 Juli 2026.

Optimisme tersebut muncul setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kesiapan mempercepat program peremajaan tebu nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan ribuan peserta panen raya, Prabowo mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah menjalankan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare setiap tahun. Semula, program itu diperkirakan mampu membawa Indonesia mencapai swasembada gula dalam kurun empat tahun.

Baca Juga :  Akhirnya Mimpi Presiden Jokowi yang ini Terwujud

Namun, saat meminta kepastian kepada Menteri Pertanian, Presiden Prabowo mendapat jawaban yang lebih optimistis.

“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” kata Prabowo.

Mendengar keyakinan tersebut, Presiden langsung menyatakan dukungannya. Meski demikian, ia berpesan agar target ambisius itu tidak sampai mengorbankan kesehatan Menteri Pertanian.

Baca Juga :  Pidato Anies Baswedan dalam Deklarasi Capres Partai NasDem

“Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi you tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau,” ujarnya, disambut tepuk tangan dan tawa peserta.

Bagi Presiden Prabowo, swasembada gula merupakan salah satu mata rantai penting dalam membangun kemandirian nasional. Setelah sektor pangan mulai menunjukkan hasil, pemerintah kini juga mempercepat pencapaian swasembada energi dan memperluas akses masyarakat terhadap sumber daya air.

Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ketahanan pangan, mulai dari kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah hingga petani. Menurutnya, keberhasilan program strategis nasional tidak mungkin dicapai tanpa kerja sama seluruh elemen.

Baca Juga :  Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak

“Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri,” tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan siap mengakselerasi program peremajaan tebu melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula. Upaya itu diharapkan mampu meningkatkan produksi gula nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Senin, 28 September 2026 - 17:25 WIB

Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB