Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen

Redaksi Nolesa

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen (Foto: Istimewa)

Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Demi menjamin keamanan dan keselamatan konsumen, anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Hal tersebut disampaikan Novita Hardini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Industri AMDK bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin kemarin, 22 Juni 2026.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, persoalan air minum kemasan tidak semata berkaitan dengan industri, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh air minum yang aman dan sehat.

“Air adalah inti kehidupan. Karena itu negara harus memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap air minum yang aman, sehat, dan terlindungi. Jangan sampai hak dasar rakyat dikalahkan oleh lemahnya pengawasan dan tumpang tindih regulasi,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Novita menyoroti tiga persoalan utama yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, yakni krisis keadilan air, krisis keamanan produk, dan krisis tanggung jawab sosial industri AMDK.

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah masih beredarnya galon guna ulang yang telah melampaui batas usia pemakaian. Berdasarkan temuan yang diterima Komisi VII DPR RI, terdapat galon yang digunakan hingga 13 sampai 20 tahun, jauh di atas masa pakai yang direkomendasikan.

Baca Juga :  Indonesia Raih Penghargaan Bergengsi ICAO atas Keamanan Penerbangan Sipil

“Pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab mengawasi batas usia pakai galon guna ulang ini? Apakah BPOM, BPKN, Kementerian Perindustrian, atau pihak lainnya? Sampai hari ini masyarakat belum mendapatkan kepastian mengenai mekanisme pengawasan yang jelas,” ujarnya.

Selain itu, Novita mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap perusahaan AMDK yang diduga tidak memenuhi standar keamanan produk. Ia juga mendorong pemerintah membuka data perusahaan yang melanggar aturan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Baca Juga :  UMKM Perempuan Kian Berkembang di Era Digital

Ia turut menyoroti masih minimnya edukasi terkait penyimpanan air minum kemasan yang benar. Menurutnya, banyak masyarakat belum memahami risiko penyimpanan produk yang terpapar panas berlebih atau sinar matahari langsung.

“Perlindungan konsumen tidak boleh berhenti di meja rapat. Harus ada pengawasan yang kuat, data yang transparan, dan edukasi yang masif agar masyarakat benar-benar terlindungi. Ini amanat konstitusi yang harus kita jalankan bersama,” tandas Novita. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus
HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan
Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945
Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot
PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan
Presiden Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Gula dalam Dua Tahun
Legislator PKB Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi El Nino, Jangan Sampai Target Produksi Pangan Terganggu
Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:25 WIB

HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:07 WIB

Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

Buntut Tambang Ilegal, GMPP Madura Desak Kapolres Bangkalan Dicopot

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:33 WIB

PKB Minta Pemerintah Ubah Paradigma Pembangunan Wilayah Kepulauan

Berita Terbaru