JAKARTA, NOLESA.COM – Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah penerbangan internasional. Pada Sidang Umum ke-42 International Civil Aviation Organization (ICAO) di Montreal, Selasa, September 2025.
Indonesia menerima Council President Certificate, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan langsung oleh Presiden ICAO, Salvatore Sciacchitano.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan pengawasan keamanan penerbangan sipil sesuai standar global ICAO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil audit terbaru mencatat skor Effective Implementation (EI) Indonesia mencapai 88,53 persen, jauh melampaui target Global Aviation Security Plan yang hanya sebesar 75 persen.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan standar keamanan penerbangan nasional.
“Audit ini membuktikan bahwa Indonesia telah menjalankan pengawasan keamanan penerbangan sesuai standar dan rekomendasi ICAO. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperkuat sistem yang ada,” ujar Lukman seperti dikutip infopublik, Rabu, 24 September 2025.
Lebih dari sekadar penghargaan, Lukman menegaskan bahwa Council President Certificate juga menjadi tanggung jawab besar bagi Indonesia untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas sistem keamanan penerbangan ke depan.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Lukman mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan, termasuk kementerian, lembaga, serta mitra kerja yang mendukung pelaksanaan audit ICAO Universal Security Audit Programme (USAP).
Kolaborasi ini, menurutnya, sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam hal membangun Indonesia yang aman dan berdaya saing tinggi melalui infrastruktur modern.
Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang menerima penghargaan ini. Negara lain yang turut mendapat penghargaan antara lain Angola, Kamerun, Togo, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Moldova—menunjukkan bahwa ICAO hanya memberikan pengakuan kepada negara dengan pencapaian luar biasa dalam keamanan penerbangan.
Delegasi Indonesia dalam sidang tersebut dipimpin oleh Direktur Navigasi Penerbangan Syamsu Rizal, bersama jajaran Direktorat Keamanan Penerbangan dan Atase Perhubungan RI untuk Kanada, H. Hasan Bashory.
Lukman menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat sektor penerbangan melalui pembaruan regulasi, peningkatan pengawasan, dan perluasan kerja sama internasional.
“Langkah-langkah ini penting untuk menjaga reputasi Indonesia sebagai negara dengan standar keamanan penerbangan yang tinggi,” pungkasnya.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu bersaing secara global sekaligus memperkuat kepercayaan dunia terhadap sistem penerbangan nasional. (*)
Penulis : Arif










