TRENGGALEK, NOLESA.COM – Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini menyerahkan Ambulans Kemanusiaan dan bantuan sembako kepada kelompok rentan, fakir miskin dan kaum dhuafa di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.
Bantuan yang diserahkan pada pertengahan Maret itu merupakan komitmen dari Novita Hardini yang merupakan politikus PDI Perjuangan untuk mewujudkan kehadiran negara di tengah masyarakat.
Penyerahan Ambulans Kemanusiaan dan bantuan sembako itu dirangkai dengan buka puasa bersama. Kegiatan itu dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Karangan, TP PKK, tokoh agama, serta masyarakat dari Kecamatan Karangan, Suruh, dan Tugu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada kesempatan itu, Novita Hardini menegaskan bahwa bantuan ambulans merupakan aspirasi masyarakat yang berhasil diperjuangkan agar pelayanan kesehatan semakin mudah dijangkau warga.
“Ambulans ini bukan milik pribadi, tetapi milik masyarakat Trenggalek. Ini adalah wujud nyata perjuangan aspirasi agar warga, terutama masyarakat kurang mampu, bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat saat kondisi darurat,” tegasnya.
Legislator perempuan satu-satunya dari dapil 7 Jawa Timur itu juga mengatakan jika Ambulans tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan insidentil dan krusial, mulai dari rujukan pasien ke fasilitas kesehatan hingga membantu warga yang kesulitan akses transportasi medis.
Selain penyerahan ambulans, politisi muda fraksi PDI Peejuangan itu juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian kepada kelompok rentan.
Ia juga mengajak seluruh kepala desa dan pemangku wilayah memastikan fasilitas ambulans dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung di lingkungan Klinik Aba Husada yang turut diapresiasi atas dukungannya menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga.
Melalui kegiatan ini, Novita Hardini menegaskan bahwa kerja politik harus hadir tidak hanya dalam ruang rapat, tetapi nyata dirasakan manfaatnya langsung oleh masyaralat.
“Negara harus benar-benar hadir. Tidak boleh ada warga yang merasa berjalan sendirian ketika menghadapi kesulitan,” tandasnya. (*)
Penulis : Arif










