Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah

Redaksi Nolesa

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah (Foto: Istimewa)

Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Hanif Dhakiri, meminta Bank Indonesia (BI) memberikan penjelasan yang lebih terbuka dan komprehensif terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Permintaan tersebut disampaikan Hanif dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Gubernur Bank Indonesia di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin kemarin, 18 Mei 2026.

Dalam rapat itu, Hanif menyoroti nilai tukar rupiah yang melemah hingga berada di kisaran Rp17.670 per dolar AS. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai faktor utama yang menyebabkan tekanan terhadap mata uang nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai apakah pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi kondisi global, penguatan dolar AS, atau adanya sentimen pasar terhadap kondisi ekonomi domestik.

Baca Juga :  Bersiap Sambut Dua Ajang Olahraga Internasional, Pemerintah Siapkan Paket-Paket Wisata

“Ketika rupiah melemah hingga kisaran Rp17.670 per dolar AS, tentu masyarakat ingin memahami apa faktor dominannya. Apakah tekanan ini terutama dipicu gejolak global, penguatan dolar AS, atau ada sinyal tertentu yang sedang dibaca pasar terhadap kondisi ekonomi domestik kita,” ujar Hanif.

Menurutnya, komunikasi yang transparan dari otoritas moneter menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Karena itu, Hanif meminta Bank Indonesia memaparkan secara rinci langkah stabilisasi yang telah dan sedang dilakukan, termasuk efektivitas instrumen kebijakan yang digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Menyatakan Dukung Implementasi UU TPKS

“Kita perlu mendapatkan gambaran yang jelas mengenai langkah stabilisasi yang ditempuh, bagaimana efektivitasnya, dan sejauh mana instrumen yang digunakan mampu meredam tekanan yang ada,” katanya.

Hanif juga menyoroti pernyataan Bank Indonesia yang menyebut stabilitas rupiah masih terjaga. Menurutnya, istilah tersebut perlu dijelaskan secara lebih konkret agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi di tengah masyarakat.

Ia menilai publik perlu memahami parameter yang digunakan Bank Indonesia dalam mengukur stabilitas nilai tukar, termasuk apakah yang dimaksud stabilitas berkaitan dengan tingkat volatilitas yang masih terkendali meskipun nilai kurs mengalami penyesuaian.

Selain itu, Hanif meminta Bank Indonesia memaparkan posisi volatilitas rupiah dibandingkan negara-negara lain dengan karakter ekonomi serupa atau peer countries. Menurutnya, perbandingan tersebut penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi ekonomi nasional.

Baca Juga :  MaritimHUB, Terobosan Kemenhub untuk Kemudahan Akses Transportasi Laut

“Kalau ukuran stabilitas adalah volatilitas, maka menarik untuk melihat bagaimana posisi rupiah dibandingkan negara peers. Dengan begitu, publik bisa mendapatkan konteks yang lebih lengkap mengenai kondisi saat ini dan respons kebijakan yang diambil,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, mantan aktivis PMII itu juga menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia menilai stabilitas ekonomi tidak dapat hanya bergantung pada otoritas moneter, tetapi membutuhkan sinergi kebijakan yang solid antara pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga kepercayaan pasar serta memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan global. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Panen Raya Udang Vannamei, Presiden Prabowo: Sangat Menjanjikan
Presiden Prabowo Targetkan Lapangan Kerja Formal Meningkat pada 2027
Menag Dorong Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual
Inilah Kesepakatan Temu Nasional Pesantren
Dalam Temu Nasional, PKB Dorong Gerakan Pesantren Ramah Anak dan Bebas Kekerasan Seksual
Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak
Preiden Prabowo Optimistis 30 Ribu KDKMP Rampung Tahun Ini
Cegah Kekerasan Seksual, PKB Bakal Gelar Temu Nasional Pesantren

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:39 WIB

Panen Raya Udang Vannamei, Presiden Prabowo: Sangat Menjanjikan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:24 WIB

Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:02 WIB

Presiden Prabowo Targetkan Lapangan Kerja Formal Meningkat pada 2027

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:19 WIB

Menag Dorong Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:49 WIB

Inilah Kesepakatan Temu Nasional Pesantren

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Resensi Buku

The Life That’s Waiting: untuk Jiwa yang Sedang Lelah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:14 WIB

Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah (Foto: Istimewa)

Nasional

Legislator PKB Minta BI Paparkan Strategi Stabilkan Rupiah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 22:24 WIB