Inilah Kesepakatan Temu Nasional Pesantren

Redaksi Nolesa

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua panitia Temu Nasional Pesantren Nihayatul Wafiroh melayani wawartawan saat wawancara

Ketua panitia Temu Nasional Pesantren Nihayatul Wafiroh melayani wawartawan saat wawancara

JAKARTA, NOLESA.COM – Temu Nasional Pondok Pesantren Gerakan Anti Kekerasan Seksual yang berlangsung selama dua hari di Jakarta melahirkan sejumlah rekomendasi strategis guna memperkuat perlindungan korban dan mempercepat penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren serta lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Forum yang diinisiasi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diikuti pengasuh pesantren, tokoh pendidikan, pemerintah, hingga aparat penegak hukum tersebut menjadi ruang konsolidasi bersama untuk membangun sistem perlindungan yang lebih kuat bagi santri dan peserta didik.

Ketua panitia kegiatan, Nihayatul Wafiroh (Ninik) mengatakan persoalan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan internal lembaga semata. Menurutnya, dibutuhkan langkah bersama lintas sektor agar penanganan kasus dapat dilakukan secara cepat, terbuka, dan berpihak kepada korban.

“Alhamdulillah kegiatan Temu Nasional Pondok Pesantren Gerakan Anti Kekerasan Seksual selama dua hari berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang telah disepakati bersama,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.

Legislator PKB itu menjelaskan, forum tersebut juga menghasilkan kesepakatan bersama yang melibatkan Kementerian Agama Republik Indonesia, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam upaya memperkuat koordinasi penanganan kasus kekerasan seksual hingga ke tingkat daerah.

Menurut Ninik, selama ini masih banyak laporan masyarakat terkait dugaan kekerasan seksual yang penanganannya berjalan lambat sehingga menimbulkan keresahan dan mengurangi rasa keadilan bagi korban.

Baca Juga :  Megawati Hadiri Seminar Peringatan KAA di Blitar, Hasto: Ini Menunjukkan Kuatnya Visi Internasional Bung Karno

“Selama ini banyak aspirasi yang masuk kepada kami terkait laporan kekerasan seksual di daerah yang sering kali tidak cepat diproses. Karena itu diperlukan penguatan koordinasi hingga level bawah,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu berharap kerja sama lintas lembaga tersebut mampu mempercepat penanganan laporan kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pesantren dan institusi pendidikan lainnya.

Selain menyoroti aspek penegakan hukum, forum nasional tersebut juga menjadi refleksi bagi dunia pesantren agar lebih terbuka dalam menyikapi kasus kekerasan seksual. Peserta forum sepakat bahwa upaya menutup kasus demi menjaga nama baik lembaga justru dapat menghambat keadilan bagi korban.

Baca Juga :  Sambut Idul Adha 1446 H, Arinna Hijab Luncurkan Koleksi Modest Fashion Premium

“Kita tidak boleh menutup diri. Pesantren harus proaktif melakukan perbaikan dan memberikan pendampingan kepada korban,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, peserta juga menegaskan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara pengasuh, guru, pengurus, dan santri dengan menjunjung nilai kasih sayang, penghormatan, serta perlindungan terhadap hak-hak peserta didik.

Seluruh peserta sepakat bahwa setiap kasus kekerasan seksual harus diproses melalui jalur hukum dan tidak lagi diselesaikan secara tertutup atas nama menjaga citra lembaga pendidikan. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Dalam Temu Nasional, PKB Dorong Gerakan Pesantren Ramah Anak dan Bebas Kekerasan Seksual
Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak
Preiden Prabowo Optimistis 30 Ribu KDKMP Rampung Tahun Ini
Cegah Kekerasan Seksual, PKB Bakal Gelar Temu Nasional Pesantren
Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol
Terinspirasi dari Gus Miek, Gus Thuba Dirikan ”Yakuza Manages”
Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem: Saya Tidak Menyesal
Ketum Perempuan Bangsa Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Pati Tak Diberi Ampun

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:49 WIB

Inilah Kesepakatan Temu Nasional Pesantren

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:28 WIB

Dalam Temu Nasional, PKB Dorong Gerakan Pesantren Ramah Anak dan Bebas Kekerasan Seksual

Senin, 18 Mei 2026 - 16:34 WIB

Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:06 WIB

Preiden Prabowo Optimistis 30 Ribu KDKMP Rampung Tahun Ini

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:42 WIB

Cegah Kekerasan Seksual, PKB Bakal Gelar Temu Nasional Pesantren

Berita Terbaru

Ketua panitia Temu Nasional Pesantren Nihayatul Wafiroh melayani wawartawan saat wawancara

Nasional

Inilah Kesepakatan Temu Nasional Pesantren

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:49 WIB

Tahapan seleksi Beasiswa Baznas Cendekia tahun 2026 di Kantor Baznas Sumenep, Jl. KH Agus Salim (Foto: Istimewa)

Daerah

Seleksi Beasiswa Baznas Sumenep Diikuti Hampir 200 Mahasiswa

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:28 WIB

DPP PKB menggelar Refleksi Waisak Nasional 2570 BE/2026 M di Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang, Minggu kemarin, 17/5/2026 (Foto: Istimewa)

Nasional

Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak

Senin, 18 Mei 2026 - 16:34 WIB

(for NOLESA.COM)

Opini

Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana

Senin, 18 Mei 2026 - 13:31 WIB