Politikus PKB Minta Skema Rekrutmen Calon Manajer KDKMP Dievaluasi

Redaksi Nolesa

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politikus PKB Minta Skema Rekrutmen Calon Manajer Koperasi Merah Putih Dievaluasi (Foto: Istimewa)

Politikus PKB Minta Skema Rekrutmen Calon Manajer Koperasi Merah Putih Dievaluasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Musibah meninggalnya dua calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) saat mengikuti kegiatan retret mendapat perhatian dari Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah.

Imas Aan Ubudiyah menilai peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan proses rekrutmen dan pembinaan calon manajer KDKMP ke depan.

Menurut Imas, kegiatan retret pada dasarnya memiliki tujuan yang baik. Program tersebut dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, integritas, serta semangat pengabdian para calon manajer yang nantinya akan menjadi motor penggerak koperasi di daerah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tentu setuju dengan kegiatan retret. Program seperti itu penting untuk menggembleng kedisiplinan, integritas, dan komitmen kerja para calon manajer. Namun, ke depan perlu ada penyempurnaan dalam proses seleksinya,” ujar Imas di Jakarta, Rabu kemarin, 24 Juni 2026.

Baca Juga :  Forum Komunikasi Mahasiswa Surabaya Serukan Aksi Selamatkan Demokrasi

Politisi Fraksi PKB itu menilai salah satu hal yang perlu diperkuat adalah pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti retret. Menurutnya, seluruh calon manajer sebaiknya menjalani tes kesehatan yang dilakukan secara independen dan profesional untuk memastikan kondisi fisik mereka benar-benar siap mengikuti aktivitas dengan intensitas tinggi.

“Alangkah baiknya apabila sebelum retret dilakukan pemeriksaan kesehatan secara independen terhadap seluruh calon peserta. Ini harus diperkuat dan kalau terdapat riwayat penyakit tertentu atau kondisi fisik yang dinilai tidak memungkinkan untuk mengikuti aktivitas dengan intensitas tinggi, maka perlu diberikan alternatif pembinaan yang lebih sesuai,” katanya.

Imas menegaskan, usulan tersebut bukan berarti mengurangi kualitas pembinaan ataupun semangat pembentukan karakter yang menjadi tujuan utama retret. Sebaliknya, langkah itu diperlukan agar proses penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi berlangsung lebih aman, terukur, dan inklusif.

Baca Juga :  Pesan Khusus Presiden Prabowo kepada Para Hakim

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya dua peserta yang tengah dipersiapkan menjadi bagian dari penggerak ekonomi kerakyatan melalui program KDKMP.

“Saya pribadi sangat prihatin atas musibah ini. Bagaimanapun, mereka adalah putra-putri terbaik yang dipersiapkan menjadi tumpuan masa depan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di daerah masing-masing. Kehilangan ini tentu menjadi duka bagi keluarga dan juga bagi upaya kita bersama dalam memperkuat ekonomi rakyat,” ujarnya.

Imas berharap peristiwa tersebut menjadi momentum evaluasi yang konstruktif. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh kualitas pelatihan, tetapi juga kemampuan sistem dalam menjamin keselamatan peserta.

Baca Juga :  Novita Hardini: Ketika Kebijakan Tidak Selaras, Industri Sulit Bergerak

“Musibah ini hendaknya menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat tata kelola program. Retret tetap penting, tetapi standar mitigasi risiko, skrining kesehatan, pendampingan medis, dan pemetaan kemampuan fisik peserta juga harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. Dengan demikian, tujuan mencetak manajer koperasi yang tangguh dapat tercapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” pungkasnya.

Diketahui, dua calon manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran. Keduanya adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Sebelum meninggal, keduanya sempat mengalami gangguan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis serta dirujuk ke rumah sakit sesuai lokasi pelatihan masing-masing. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal
Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal
Dino Patti Djalal Soroti Absennya Delegasi RI di Pemakaman Ayatollah Khamenei
Politikus PKB Minta Beasiswa Kedokteran Diperbanyak
Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen
Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital
Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:16 WIB

Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal

Senin, 6 Juli 2026 - 20:07 WIB

Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:45 WIB

Politikus PKB Minta Beasiswa Kedokteran Diperbanyak

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:18 WIB

Politikus PKB Minta Skema Rekrutmen Calon Manajer KDKMP Dievaluasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:45 WIB

Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen

Berita Terbaru