Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

Redaksi Nolesa

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

JAKARTA, NOLESA.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat sorotan dari banyak pihak. Salah satu dari Novita Hardini selalu anggota Komisi VII DPR RI.

Novita Hardini yang merupakan legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menyoroti lemahnya mitigasi pemerintah dalam merespons dampak kenaikan harga BBM. Ia meninali dampak dari kenaikan harga BBM telah menekan sektor manufaktur nasional.

Penilaian Novita Hardini akan dampak kenaikan harga BBM itu disampaikan pada saat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian di Kompleks Parlemen Senayan, Senin kemarin, 8 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Novita menyoroti meningkatnya biaya produksi industri, terganggunya distribusi logistik, hingga pemblokiran barcode BBM bersubsidi yang dialami pelaku usaha di berbagai daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut telah menciptakan ketidakpastian serius bagi dunia usaha, khususnya industri kecil dan menengah yang sangat bergantung pada akses energi dan kelancaran distribusi barang.

“Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap dampak berantai yang saat ini dirasakan industri manufaktur. Kenaikan biaya energi dan logistik secara langsung menekan biaya produksi, sementara pelaku usaha tidak selalu bisa menaikkan harga produknya. Akibatnya margin usaha terus tergerus,” tegas Novita.

Baca Juga :  Dari Batang, Novita Hardini Suarakan Tata Ruang Berkeadilan

Novita juga mempertanyakan apakah Kementerian Perindustrian telah memiliki pemetaan yang komprehensif mengenai besaran kenaikan biaya produksi yang harus ditanggung sektor manufaktur akibat gejolak harga energi sepanjang 2025 hingga 2026.

Ia menilai pemerintah perlu segera menyusun langkah mitigasi konkret, termasuk kemungkinan pemberian insentif fiskal, relaksasi pajak, subsidi energi industri, maupun dukungan logistik bagi kawasan industri yang terdampak.

Pemblokiran Barcode Subsidi Dinilai Merugikan Industri Kecil

Selain persoalan kenaikan biaya produksi, politisi asal Dapil 7 Jawa Timur itu juga menyoroti laporan dari berbagai daerah mengenai pemblokiran barcode BBM bersubsidi yang menyebabkan pelaku usaha logistik, transportasi, hingga industri kecil kesulitan memperoleh bahan bakar.

Menurutnya, kebijakan yang tidak disertai sosialisasi dan mekanisme komunikasi yang jelas berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat serta mengganggu aktivitas ekonomi produktif.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Ajak Zulkifli Hasan Blusukan Pasar Rawamangun

“Di lapangan banyak pelaku usaha yang tiba-tiba kehilangan akses terhadap BBM bersubsidi karena barcode mereka diblokir. Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi rakyat,” ujarnya.

Novita menilai pemerintah perlu menghadirkan sistem komunikasi publik yang transparan dan terintegrasi agar setiap perubahan kebijakan energi dapat diketahui lebih awal oleh masyarakat dan dunia usaha.

Soroti Lemahnya Koordinasi Antar Kementerian

Tak hanya itu, Dirinya juga menyinggung lemahnya koordinasi lintas kementerian yang dinilai menjadi akar persoalan berbagai kebijakan energi dan industri yang saling tumpang tindih.

Menurutnya, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, serta PT Pertamina harus memiliki mekanisme koordinasi yang lebih solid agar kebijakan yang diterbitkan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

“Jangan sampai pelaku industri menjadi korban dari ego sektoral antar lembaga. Negara harus hadir dengan kebijakan yang terkoordinasi, jelas, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” katanya.

Baca Juga :  Sentil Menteri Perindustrian, Novita Hardini: Kita Harus Menjadi Raja di Negeri Sendiri

Ancaman Daya Saing Industri Nasional

Lebih lanjut, Novita mengingatkan bahwa persoalan logistik dan energi yang tidak segera diselesaikan dapat berdampak pada daya saing industri nasional, termasuk kemampuan Indonesia memenuhi kontrak ekspor.

Keterlambatan distribusi bahan baku maupun produk jadi, kata dia, berpotensi menurunkan kepercayaan pasar internasional terhadap industri Indonesia.

“Jika biaya logistik terus meningkat dan distribusi terganggu, bukan hanya industri yang dirugikan. Kita juga berisiko kehilangan pasar ekspor, kehilangan investasi, dan pada akhirnya mengancam lapangan kerja nasional,” Ungkapnya.

Komisi VII DPR RI berharap pemerintah segera menyusun langkah strategis lintas kementerian untuk menjaga stabilitas biaya logistik, menjamin akses energi bagi industri, serta memperkuat daya saing manufaktur nasional di tengah tantangan ekonomi global.

“Industri manufaktur adalah salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Negara tidak boleh membiarkan sektor ini menanggung beban sendiri di tengah situasi yang semakin sulit,” tandas politikus berparas cantik itu. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran
Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas
Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai
Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata
KOPRI PMII DIY dan Jendela Dunia Kita Gelar Gerakan Literasi di Gunungkidul
Di Prancis, Presiden Prabowo Bicara Stabilitas Kawasan Timur Tengah
Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:07 WIB

Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:27 WIB

Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:58 WIB

Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:28 WIB

Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Resensi Buku

Ketika Jelata Angkat Suara

Kamis, 11 Jun 2026 - 01:38 WIB