Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal

Redaksi Nolesa

Senin, 6 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XI DPR RI, MH Said Abdullah (foto: Ist)

Anggota Komisi XI DPR RI, MH Said Abdullah (foto: Ist)

JAKARTA, NOLESA.COM – Kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2027 diperkirakan tidak sebesar proyeksi awal. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memperkirakan program unggulan pemerintah tersebut hanya membutuhkan dana sekitar Rp174 triliun.

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan pagu indikatif yang sebelumnya mencapai Rp270,2 triliun. Namun, Said memastikan penurunan kebutuhan anggaran tersebut tidak akan berdampak pada kualitas layanan maupun pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.

Menurutnya, perubahan estimasi anggaran didasarkan pada hasil evaluasi kebutuhan di lapangan, terutama terkait jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sasaran penerima program.

Ia menjelaskan, jumlah SPPG yang semula diproyeksikan mencapai 27.000 titik ternyata diperkirakan cukup sekitar 21.000 titik. Selain itu, pemerintah juga terus menyempurnakan perhitungan jumlah penerima manfaat yang akan dilayani.

“Yang pertama, kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Kemudian kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita. Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” kata Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek

Meski mengakui penurunan anggaran cukup signifikan, Said menegaskan bahwa angka tersebut masih berupa perkiraan. Keputusan final mengenai besaran anggaran MBG akan ditetapkan setelah pembahasan RAPBN 2027 antara DPR dan pemerintah.

Ia menilai, besarnya anggaran bukan menjadi ukuran utama keberhasilan program. Yang terpenting adalah tata kelola program berjalan baik dan kualitas gizi yang diterima masyarakat tetap terjaga.

Baca Juga :  Hasil Quick Count Sementara: Prabowo-Gibran Berpeluang Menang Satu Putaran

“Yang penting menjaga kualitas. Yang pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa pagu indikatif BGN tahun anggaran 2027 mencapai Rp270,2 triliun untuk melayani sekitar 81,5 juta penerima manfaat. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara karena pemerintah masih melakukan pembahasan dan evaluasi terhadap sasaran program serta kebutuhan anggaran yang sebenarnya. (*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Berita Terbaru