Dino Patti Djalal Soroti Absennya Delegasi RI di Pemakaman Ayatollah Khamenei

Redaksi Nolesa

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional, NOLESA.COM – Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, mengkritik absennya delegasi resmi Indonesia dalam acara pemakaman Ayatollah Khamenei di Iran. Kritik tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, pada Sabtu (5/7/2026).

Dalam unggahannya, Dino mengaku heran mengapa Pemerintah Indonesia tidak memenuhi undangan Iran untuk mengirimkan delegasi resmi ke acara penghormatan terakhir bagi pemimpin Iran tersebut. Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan Iran untuk mengundang Indonesia tidak memperoleh respons yang memadai.

“Akhirnya, yang hadir hanya Duta Besar RI di Teheran, yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini,” tulis Dino.

Ia membandingkan sikap Indonesia dengan sejumlah negara lain yang disebut mengirimkan perwakilan resmi pada tingkat menteri hingga kepala negara. Negara-negara tersebut antara lain Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Pakistan, Kazakhstan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, dan Bangladesh.

Dino menilai ketidakhadiran delegasi resmi Indonesia menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi prinsip diplomasi Indonesia. Ia mempertanyakan apakah terdapat faktor ketakutan atau keengganan terhadap negara-negara besar tertentu yang memengaruhi pengambilan keputusan politik luar negeri Indonesia.

“Apakah ini berarti politik luar negeri bebas aktif kita mulai luntur karena Indonesia takut atau sungkan terhadap Amerika? Apakah fear telah menjadi faktor dalam politik luar negeri Indonesia?” tulisnya.

Baca Juga :  Novita Hardini Ingatkan Kemenpar Soal Kolaborasi Sektor Pariwisata

Selain itu, Dino juga mengemukakan kemungkinan bahwa absennya delegasi Indonesia bukan semata-mata persoalan politik luar negeri, melainkan mencerminkan persoalan manajemen dan pengambilan keputusan dalam birokrasi diplomasi Indonesia.

Menurutnya, pemerintah setidaknya dapat mengirimkan perwakilan setingkat wakil menteri. Ia secara khusus menyebut Wakil Menteri Luar Negeri yang menangani urusan dunia Islam, Anis Matta, sebagai sosok yang dapat mewakili Indonesia dalam acara tersebut.

Lebih lanjut, Dino mengingatkan bahwa Iran merupakan salah satu mitra lama Indonesia yang selama ini memiliki hubungan baik dan relatif bebas dari konflik bilateral. Karena itu, kehadiran delegasi resmi Indonesia dinilainya dapat menjadi simbol persahabatan kedua negara sekaligus bentuk konsistensi pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif.

Baca Juga :  Demi Kenyaman Mudik Idulfitri 1447 H, Imas Legislator PKB Tagih Komitmen BUMN Karya

“Kehadiran delegasi resmi Indonesia seharusnya menjadi momentum pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momentum persahabatan RI–Iran, sekaligus sinyal tegas dari Jakarta,” tulisnya.

Di akhir unggahannya, Dino menegaskan bahwa prinsip bebas aktif seharusnya diwujudkan melalui sikap diplomasi yang berlandaskan prinsip dan keberanian mengambil posisi dalam situasi internasional yang sensitif.

“Bebas aktif adalah diplomasi yang berprinsip, bukan diplomasi yang sungkan,” pungkasnya.

Unggahan tersebut memicu diskusi di kalangan warganet mengenai konsistensi pelaksanaan politik luar negeri Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Penulis : Wail Arrifki

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal
Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal
Politikus PKB Minta Beasiswa Kedokteran Diperbanyak
Politikus PKB Minta Skema Rekrutmen Calon Manajer KDKMP Dievaluasi
Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen
Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital
Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:16 WIB

Novita Hardini Soroti Tata Kelola KEK Pariwisata, Nilai Perlindungan Hak Masyarakat Belum Optimal

Senin, 6 Juli 2026 - 20:07 WIB

Anggaran MBG 2027 Diprediksi Menyusut, Banggar DPR Jamin Kualitas Program Tetap Optimal

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:45 WIB

Politikus PKB Minta Beasiswa Kedokteran Diperbanyak

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:18 WIB

Politikus PKB Minta Skema Rekrutmen Calon Manajer KDKMP Dievaluasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:45 WIB

Novita Hardini Desak Pengawasan Industri AMDK Diperketat Demi Lindungi Konsumen

Berita Terbaru