Presiden Prabowo Serukan Penguatan Kepercayaan dan Kerja Sama di Kawasan Asia Pasifik

Redaksi Nolesa

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat kemarin,  31/10/2025 (foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025 di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat kemarin, 31/10/2025 (foto: BPMI Setpres)

JAKARTA, NOLESA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan agar negara-negara di kawasan Asia-Pasifik memperkuat rasa saling percaya dan memperdalam kerja sama konkret di tengah meningkatnya ketegangan serta ketidakpastian global.

Seruan ini disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada sesi pertama APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) yang digelar di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, Jumat kemarin, 31 Oktober 2025.

Forum APEC tahun ini mengusung tema “Towards a More Connected, Resilient Region and Beyond.” Tema tersebut menekankan pentingnya konektivitas, ketahanan, dan pertumbuhan inklusif di kawasan. Pertemuan ini menjadi ajang bagi para pemimpin ekonomi anggota APEC untuk memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan yang terbuka, adil, serta berkeadilan bagi semua pihak.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa meningkatnya kecurigaan dan ketegangan global dapat mengancam stabilitas ekonomi dunia. Ia menegaskan bahwa Asia-Pasifik tidak boleh menyerah pada perpecahan.

“Kita bertemu hari ini di tengah ketidakpastian global. Ketegangan dan meningkatnya ketidakpercayaan membahayakan stabilitas ekonomi global dan memperparah perpecahan di antara kita. Namun, saya percaya bahwa Asia-Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan dan ketakutan, dan membangun kembali kepercayaan di antara kita,” ujar Presiden Prabowo, seperti dikutip infopublik, Jumat, 31 Oktober 2025.

Lebih lanjut, Presiden RI menekankan bahwa APEC sejak awal dibentuk dengan semangat pertumbuhan ekonomi inklusif dan kerja sama multilateral. Karena itu, menurutnya, penting bagi seluruh negara anggota untuk memperbarui komitmen terhadap sistem perdagangan yang terbuka, adil, dan berbasis aturan internasional.

Baca Juga :  Kemenkes RI Menilai Kinerja Bupati Achmad Fauzi, Terutama Soal Frambusia

“Sudah saatnya kita memperbarui komitmen terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif. Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, dengan WTO sebagai inti, untuk memastikan setiap pihak berkompetisi secara setara,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi yang eksklusif hanya akan menimbulkan perpecahan dan instabilitas. Ia menyerukan agar inklusivitas dan keberlanjutan dijadikan panduan utama dalam membangun masa depan kawasan.

“Pertumbuhan yang eksklusif adalah pertumbuhan yang memecah belah. Perpecahan menimbulkan ketidakstabilan, dan ketidakstabilan tidak akan kondusif bagi perdamaian serta kesejahteraan. Karena itu, inklusivitas harus menjadi panduan kita,” tuturnya.

Baca Juga :  Hari ini Sekretariat Presiden Membuka Pendaftaran Undangan Peringatan HUT RI Ke-77, Ini Caranya

Selain itu, Kepala Negara menegaskan pentingnya kerja sama lintas batas dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional, seperti penyelundupan, pencucian uang, dan perdagangan narkotika. Menurutnya, praktik-praktik ilegal tersebut dapat menghambat pertumbuhan ekonomi riil dan mengancam masa depan kawasan.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh pemimpin ekonomi anggota APEC untuk membangun kepercayaan baru melalui semangat multilateralisme.

“Marilah kita bekerja sama untuk terus membangun APEC dan mengupayakan kerja sama melalui multilateralisme agar APEC terus memberikan manfaat nyata,” pungkas Presiden Prabowo. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Rabu, 16 September 2026 - 11:02 WIB

BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Berita Terbaru

Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memimpin rakor pemenuhan titik usulan listrik desa (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:05 WIB