Preiden Prabowo Optimistis 30 Ribu KDKMP Rampung Tahun Ini

Redaksi Nolesa

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 16/5/2026 (Foto: Istimewa)

Presiden Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 16/5/2026 (Foto: Istimewa)

NGANJUK, NOLESA.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat diresmikan pada Agustus 2026.

Target tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengatakan pembentukan puluhan ribu koperasi dalam waktu singkat merupakan langkah besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden, meskipun target 30.000 koperasi belum sepenuhnya tercapai, realisasi hingga 20.000 koperasi dalam satu tahun tetap menjadi pencapaian yang luar biasa.

Baca Juga :  Setibanya di Bandung, Presiden Jokowi Cek Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Baleendah

“Kalau hanya sampai 20.000, itu juga prestasi yang jarang ditemukan di negara lain,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menilai percepatan pembentukan koperasi tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah dalam bekerja cepat apabila didukung semangat, strategi, dan sinergi yang kuat antarinstansi.

Presiden juga mengajak masyarakat untuk menumbuhkan optimisme dan meninggalkan anggapan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang lemah.

“Kita tidak boleh menjadi bangsa yang kalah. Kita harus menjadi bangsa yang menang,” katanya.

Menurut Presiden Prabowo, Koperasi Merah Putih disiapkan sebagai fondasi penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung program hilirisasi, industrialisasi, serta pengembangan sektor pertanian dan perikanan nasional. Koperasi tersebut nantinya tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi juga menyediakan berbagai layanan ekonomi dan kebutuhan masyarakat desa.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Resmi Dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI

Presiden menjelaskan, KDKMP akan dilengkapi layanan keuangan, distribusi logistik, penyaluran subsidi, hingga fasilitas pengangkutan hasil pertanian. Dengan skema tersebut, petani di desa diharapkan memiliki akses distribusi yang lebih mandiri tanpa terlalu bergantung kepada pihak luar.

“Koperasi punya truk sendiri dan pikap sendiri, sehingga petani tidak bergantung kepada pihak lain,” ujarnya.

Selain menjadi pusat distribusi hasil pertanian, koperasi juga akan melayani penyediaan sembako, distribusi gas dan pupuk subsidi, layanan logistik bekerja sama dengan Pos Indonesia, hingga penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat.

Baca Juga :  Suarakan Inklusivitas di Muktamar NU, PP IPNU Gelar Bedah Buku Fiqh Disabilitas

Presiden juga menyebut koperasi nantinya akan memiliki layanan apotek dan penyediaan obat murah bagi masyarakat desa. Menurutnya, konsep koperasi harus menjadi kekuatan ekonomi bersama yang dibangun berdasarkan asas kekeluargaan.

“Ekonomi kita dibangun atas dasar kekeluargaan. Yang kuat membantu yang lemah, yang kaya membantu yang miskin,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyoroti tingginya bunga kredit yang selama ini membebani pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil. Pemerintah, kata dia, telah memerintahkan penurunan bunga kredit super mikro dari sebelumnya di atas 20 persen menjadi di bawah 10 persen agar akses pembiayaan lebih adil bagi masyarakat desa dan pelaku UMKM. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Senin, 28 September 2026 - 17:25 WIB

Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi saat diwawancarai usai apel HSN 2026 (Foto: NOLESA.COM)

Daerah

Bupati Sumenep Terus Perkuat Kolaborasi dengan Pesantren

Jumat, 23 Okt 2026 - 07:00 WIB