Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Redaksi Nolesa

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Istimewa)

Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) meminta badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pertambangan dan pupuk memperluas kontribusinya dalam pengentasan kemiskinan.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta optimalisasi aset perusahaan yang belum dimanfaatkan.

Arahan tersebut disampaikan Gus Muhaimin dalam rapat bersama BUMN sektor pertambangan dan pupuk di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin kemarin, 12 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, keberhasilan BUMN tidak cukup diukur dari pencapaian bisnis, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“BUMN harus menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan. Program-program yang sudah terbukti berhasil perlu direplikasi dan diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujarnya.

Gus Muhaimin yang juga Ketum PKB itu mendorong perusahaan negara membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah tersebut dapat diwujudkan melalui program magang, pelatihan keterampilan, hingga perekrutan tenaga kerja, termasuk lulusan SMA dan SMK.

Baca Juga :  Membaca ”Langkah Politik” NU

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat harus berorientasi pada peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Karena itu, program padat karya tunai atau cash for work perlu diperluas agar masyarakat memperoleh penghasilan secara langsung melalui kegiatan produktif.

Selain membuka peluang kerja, Muhaimin meminta dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) BUMN diarahkan untuk mendukung kegiatan produktif di perdesaan. Program tersebut dapat mencakup pelestarian lingkungan, pemulihan kawasan, serta pengembangan potensi ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan dalam menentukan penerima manfaat. Dengan basis data tersebut, program pemberdayaan diharapkan lebih tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan lebih besar.

Mantan aktivis PMII itu menilai, CSR seharusnya tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan jangka pendek. Dana tersebut perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, dan memperkuat kemampuan masyarakat dalam membangun sumber penghasilan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Terinspirasi dari Gus Miek, Gus Thuba Dirikan ”Yakuza Manages”

Di sisi lain, BUMN didorong mengubah aset yang belum produktif menjadi ruang usaha bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Konsep pengembangan ruang kreatif seperti Pos Bloc dan M Bloc disebut dapat menjadi referensi untuk menciptakan tempat usaha yang mampu mempertemukan pelaku bisnis dengan konsumen.

Salah satu upaya yang didorong adalah program 1.001 Pasar Rakyat, dengan memanfaatkan aset strategis BUMN sebagai lokasi usaha berbiaya sewa terjangkau. Perusahaan diminta mengidentifikasi aset potensial yang memiliki kejelasan status lahan untuk dijadikan proyek percontohan.

“Jangan sampai aset BUMN yang memiliki potensi ekonomi justru tidak dimanfaatkan. Aset tersebut harus bisa membuka ruang usaha, menciptakan aktivitas ekonomi, dan memberi kesempatan kepada UMKM untuk berkembang,” kata Gus Muhaimin.

Penguatan UMKM juga diarahkan pada keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok BUMN, terutama di sektor pertambangan, pupuk, dan hilirisasi. UMKM berpeluang menjadi pemasok barang dan jasa, mitra pengolahan limbah, maupun penyedia kebutuhan pendukung operasional perusahaan.

Baca Juga :  Simak Pembicaraan Presiden Jokowi dan Institusi Polri

Melalui keterlibatan tersebut, aktivitas industri diharapkan tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Untuk memperkuat langkah tersebut pada 2027, Kemenko PM mendorong kerja sama dengan BUMN dan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam meningkatkan kualitas pusat inkubasi UMKM. Pengembangan program ini akan diselaraskan dengan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif dan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Kewirausahaan Nasional.

Gus Muhaimin berharap kolaborasi lintas sektor tersebut mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing UMKM, dan mengoptimalkan aset perusahaan negara untuk kegiatan ekonomi produktif.

Melalui berbagai langkah itu, BUMN sektor pertambangan dan pupuk diharapkan semakin berperan dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. (arif/yn)

Berita Terkait

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Senin, 28 September 2026 - 17:25 WIB

Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan

Berita Terbaru