SUMENEP, NOLESA.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, KH. Abdul Wasid, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) ke-XIII Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Pendidikan Agama Islam (PAI) Wilayah Madura, Senin, 7 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Sumenep tersebut diikuti para pengawas PAI dari empat kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Rakor kali ini mengangkat tema “Pengawasan Mutu Pembelajaran Mendalam Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti Berbasis Kurikulum Cinta dan Updating Data Pengawasan di Microsites.id.” Tema tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pengawasan sekaligus mendorong pembelajaran PAI yang lebih bermakna bagi peserta didik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Abdul Wasid menyampaikan bahwa pengawas PAI mempunyai posisi penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik. Peran tersebut, menurutnya, tidak sebatas memeriksa aspek administrasi, tetapi juga ikut mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.
Ia menilai pendidikan agama memiliki peran besar dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap bangsa dan lingkungan sosialnya.
Karena itu, Kiai Wasid meminta para pengawas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan. Amanah sebagai pengawas, kata dia, memiliki tanggung jawab yang tidak hanya berkaitan dengan kehidupan di dunia, tetapi juga memiliki dimensi akhirat.
Ia juga mengajak jajaran pengawas menjadikan nilai-nilai Zona Integritas (ZI) sebagai bagian dari budaya kerja. Profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, serta komitmen untuk menjauhi berbagai bentuk penyimpangan dinilai harus menjadi prinsip dalam menjalankan tugas.
“Pengawasan harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Mari kita bangun budaya kerja yang berintegritas, data yang akurat, serta pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.
Menurutnya, Rakor Pokjawas PAI ke-XIII tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpengawas di wilayah Madura. Forum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pelaksanaan pengawasan.
Melalui sinergi yang semakin kuat, Kiai Wasid berharap kualitas pengawasan PAI di Madura terus meningkat. Pembaruan data pengawasan juga diharapkan berjalan secara tertib dan akurat sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah peningkatan mutu pendidikan.
Rakor tersebut sekaligus diharapkan memperkuat komitmen pengawas PAI dalam mendukung terwujudnya lingkungan kerja Kementerian Agama yang berintegritas serta pelayanan pendidikan agama yang semakin berkualitas. (*)
Penulis : Rifan Anshory









