Sidaya Sehati, Ikhtiar Bangkalan Bebas dari Belenggu Kemiskinan

Redaksi Nolesa

Kamis, 18 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aplikasi Sidaya Sehati siap untuk diimplementasikan Pemkab Bangkalan (istimewa)

Aplikasi Sidaya Sehati siap untuk diimplementasikan Pemkab Bangkalan (istimewa)

Bangkalan, nolesa.com – Kemiskinan selalu mewarnai ruang publik. Kalau bukan tentang upaya pengentasan, biasanya diskusi mengenai kemiskinan membedah kebijakan pemerintah, baik pusat ataupun daerah.

Termasuk di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pemerintah di kabupaten ini sedang melakukan upaya validasi data warga miskin dari semua kriteria.

Dalam rangka itu, validasi data warga miskin dari semua kategori sangat miskin, miskin, dan rentan, Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggunakan aplikasi dalam melakukan pendataan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aplikasi itu diberi nama Sidaya Sehati (Sistem Data dan Layanan Sejahtera bersama bupati).

Kepala Dinas Sosial Bangkalan Wibagio Suharta menerangkan aplikasi Sidaya Sehati itu bakal diimplementasikan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di 25 desa yang tersebar di 5 kecamatan.

Baca Juga :  Wabup Sumenep Berharap Dukungan Ulama dalam Pelaksanaan Imunisasi Campak

Sejauh ini, Wibagio Suharta mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan masing-masing kepala desa juga pendamping desa di 25 desa itu.

“Insyaallah pendataan ini akan dimulai akhir November ini. Apakah benar-benar miskin secara riil atau seperti apa. Disamping itu, kami juga ingin memiliki data sendiri, karena setiap tahun pasti ada perubahan data gakin,” terang Kepala Dinsos Wibagio, Rabu (17/11)2021) kemarin.

Wibagio merinci, bahwasanya terdapat tiga kriteria dalam penerapan pendataan melalui aplikasi tersebut. Pertama, dari masing-masing warga yang dinyatakan miskin harus melampirkan foto kondisi rumah dan lingkungan, minimal 7 foto.

Kedua, memasukkan titik koordinat lokasi rumah. Berikutnya, wajib menjawab 16 pertanyaan yang sudah tersedia di aplikasi Sidaya Sehati yang sudah menyesuaikan dengan regulasi Kemensos Nomor 146 tahun 2013 tentang mriteriaasyarakat miskin dan orang tidak mampu.

Baca Juga :  Ngerti Tagline Bismillah Melayani, RSUD Moh. Anwar Sumenep Tambah Dokter Spesialis di Poliklinik Mata

“Dimana setiap pertanyaan memiliki skor 100 untuk jawaban penghasilan atau kondisi terendah dan paling besar skor 300 dengan penghasilan tinggi,” sebut Wibagio.

Selain itu, lanjut Wibagio, untuk realisasi pendataan di lapangan, setiap pendamping masing-masing desa harus terjun meninjau langsung kondisi masyarakat yang masuk dalam daftar semua kategori.

“Foto ini sifatnya online. Jadi harus diperbaharui setiap saat, agar pengambilan tidak bisa dari foto lama,” tambahnya.

Wibagio juga menegaskan bahwasanya pendataan baru itu harus berakhir pada Januari 2022 mendatang. Sebab data dari Kemensos RI belum ada kevalidan data kemiskinan.

“Tahun 2024 Bangkalan harus tidak ada kategori dengan kemiskinan ekstrem. Nanti ada program yang mengarah ke infrastruktur, program usaha ekonomi produktif dan bantuan lainnya,” tandasnya.

Baca Juga :  Abaikan Perbedaan Saat Pemilu, Mbak Nia Ajak Masyarakat Gotong Royong untuk Sumenep Lebih Maju

Sementara itu, menurut Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mohni, teknis pendataan harus dijelaskan secara detail terhadap para pendamping desa yang akan melakukan kroscek ke lapangan. Sehingga pengentasan kemiskinan ekstrem bisa menyentuh semua lapisan.

“Mulai nanti juga akan ada program bedah rumah yang akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” ujar Wabup Mohni.

Dengan begitu, Wabup Mohni berharap dengan adanya aplikasi Sidaya Sehati nantinya bisa melakukan pemotretan di 25 desa itu.

Dia meminta pendamping desa dan juga tim Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) bisa melakukan pendataan baru tersebut. Sehingga data kemiskinan riil, sesuai dengan kenyataan.

“Karena tahun 2024 Bangkalan harus tuntas dari kemiskinan ekstrem,” tutup Wabup Mohni.

Penulis : Farih
Editor : Dimas

Berita Terkait

Babinsa Koramil Dasuk Kawal Distribusi MBG
Ketua DPRD Sumenep Dorong Sinergi Kampus dan Alumni untuk Pembangunan Daerah
Wakil Ketua DPRD Sumenep Dorong Pemerataan Listrik di Kepulauan Sapeken
Cerita Ketua Dewan Sumenep Ikut Retret Kepemimpinan
Aksi Nyata Fraksi PDIP DPRD Sumenep Dorong Penghematan BBM
DPRD Sumenep Kawal Program Sarpras Budidaya Ikan Rp1,6 M
Bersama Universitas Annuqayah KI Sumenep Komitmen Perkuat Kemitraan Keterbukaan Informasi Publik
DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan 3 Raperda

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:07 WIB

Babinsa Koramil Dasuk Kawal Distribusi MBG

Senin, 20 April 2026 - 19:30 WIB

Ketua DPRD Sumenep Dorong Sinergi Kampus dan Alumni untuk Pembangunan Daerah

Sabtu, 18 April 2026 - 16:17 WIB

Cerita Ketua Dewan Sumenep Ikut Retret Kepemimpinan

Jumat, 17 April 2026 - 16:25 WIB

Aksi Nyata Fraksi PDIP DPRD Sumenep Dorong Penghematan BBM

Rabu, 15 April 2026 - 18:35 WIB

DPRD Sumenep Kawal Program Sarpras Budidaya Ikan Rp1,6 M

Berita Terbaru

Babinsa Koramil Dasuk Kawal Distribusi MBG, Rabu, 22/4/2026 (Foto: Istimewa)

Daerah

Babinsa Koramil Dasuk Kawal Distribusi MBG

Rabu, 22 Apr 2026 - 17:07 WIB

Novita Hardni Nyalakan Api Perjungan Kartini Masa Kini (Foto: Istimewa)

Nasional

Novita Hardni Nyalakan Api Perjungan Kartini Masa Kini

Senin, 20 Apr 2026 - 22:11 WIB