SUMENEP, NOLESA.COM – Pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sumenep setahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Sejumlah agenda strategis yang telah direncanakan pemerintah daerah berjalan sesuai arah kebijakan yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep ,Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU, ASEAN Eng., menjelaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari perencanaan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kondisi daerah yang terus berkembang. Menurutnya, setiap program dirancang untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Arif mengungkapkan, tema pembangunan Kabupaten Sumenep tahun 2025 difokuskan pada penguatan stabilitas sosial dan ekonomi, pemerataan infrastruktur dasar, serta peningkatan kualitas layanan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, seluruh perangkat daerah diarahkan bekerja secara terintegrasi guna mewujudkan target pembangunan yang telah ditetapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, pemerintah daerah menetapkan tujuh program prioritas yang menjadi motor penggerak pembangunan. Prioritas pertama diarahkan pada pengembangan komoditas unggulan daerah dengan meningkatkan nilai tambah produk, sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata, industri kecil menengah (IKM), dan usaha mikro, kecil, serta menengah (UMKM).
Prioritas berikutnya menitikberatkan pada pemerataan pembangunan infrastruktur publik dan pelayanan dasar. Selain memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar, pembangunan infrastruktur juga dilakukan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Di bidang sumber daya manusia, pemerintah daerah menempatkan peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan sebagai agenda utama. Melalui berbagai program yang dijalankan, masyarakat diharapkan memperoleh akses pendidikan yang berkualitas serta layanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah,” kata Arif.
Sementara itu, penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi prioritas berikutnya guna menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan sektor ekonomi. Di saat yang sama, pemerintah juga terus berupaya menjaga kondisi sosial masyarakat melalui peningkatan ketenteraman dan ketertiban umum serta penanganan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
Perhatian terhadap pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan juga menjadi bagian penting dari kebijakan daerah. Melalui peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah, pemerintah berharap mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan pemenuhan kebutuhan dasar dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, penguatan tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan berbasis digital terus didorong guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Arif menegaskan, seluruh prioritas pembangunan tersebut menjadi fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. “Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis target-target pembangunan daerah dapat tercapai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono









