Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah

Redaksi Nolesa

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah (Foto: Istimewa)

Kemenhaj Dorong Tata Kelola Berbasis Data dan Bukti untuk Perkuat Pelayanan Jemaah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong perubahan budaya kerja dengan memastikan setiap program dan kebijakan organisasi dibangun berdasarkan data serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pendekatan evidence-based governance dinilai penting untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Kick Off Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, Integritas, dan Pelayanan Publik yang digelar Kemenhaj di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh unit kerja dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di lingkungan kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan tata kelola pemerintahan yang baik tidak cukup hanya mengandalkan regulasi maupun prosedur administratif. Setiap proses kerja harus didukung pencatatan data dan bukti yang jelas sehingga seluruh pelaksanaan program dapat ditelusuri serta dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Bobot Sapi Kurban Menkeu Purbaya Capai 868 Kilogram

“Kita harus memastikan setiap proses kerja memiliki data, memiliki bukti, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pencatatan data dan evidence harus menjadi bagian dari budaya kerja kita,” tegas Teguh seperti dikutip Infopublik.

Menurut Teguh, penerapan tata kelola berbasis bukti akan mendorong Kemenhaj menjadi organisasi yang semakin data-driven. Evaluasi program tidak boleh hanya berorientasi pada terlaksananya kegiatan, tetapi juga harus mampu menggambarkan proses, hasil yang dicapai, dan dampaknya terhadap peningkatan pelayanan publik.

“Evaluasi tidak boleh berhenti pada laporan bahwa kegiatan telah dilaksanakan. Kita harus mampu menunjukkan apa prosesnya, apa hasilnya, dan apa dampaknya bagi peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Baca Juga :  Terima Audiensi Demfasna, Firli Bahuri: Mahasiswa Harus Menjadi Agen Integritas!

Ia menilai penguatan tata kelola memiliki posisi strategis karena Kemenhaj mengemban mandat penting dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Setiap kebijakan harus memiliki ukuran yang jelas serta memberikan manfaat nyata, khususnya bagi jemaah haji dan umrah.

Kegiatan yang diinisiasi Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) tersebut juga diisi penguatan berbagai instrumen tata kelola. Peserta mendapatkan materi mengenai peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), pencegahan maladministrasi, peningkatan kualitas pelayanan publik, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Untuk memperkuat aspek teknis, Kemenhaj menghadirkan narasumber dari Kementerian PANRB, Ombudsman RI, dan BPKP. Pembahasan mencakup manajemen risiko, pengelolaan evidence, penguatan akuntabilitas, serta komitmen untuk menolak suap dan gratifikasi.

Baca Juga :  Pengurus PP Pemuda Muhammadiyah Melangsungkan Pertemuan dengan Presiden Jokowi

Teguh berharap penguatan tersebut tidak berhenti sebagai pemenuhan administrasi. Dokumentasi bukti harus menjadi instrumen untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan manfaat yang terukur.

“Pada akhirnya, seluruh upaya tata kelola ini bermuara pada satu tujuan: memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan haji dan umrah yang semakin baik, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda Asta Cita pemerintah dalam memperkuat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kemenhaj berharap budaya kerja berbasis data dan bukti dapat menjadi fondasi untuk membangun organisasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan
Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek
Ketua DPR RI Puan Mahan Soroti RAPBN 2027 yang Hampir Tembus Rp4.000 Triliun
Para Tamu Istimewa Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI 2026
Profil Abdul Kholiq Suhri: Advokat Bondowoso Di Balik Gugatan MK Soal MBG
Jangan Terkecoh Konten Viral! Pakar Siber Beberkan Alasan Konten Bisa Dihapus
HUT Ke-81 RI Diawali Doa dan Zikir Kebangsaan
Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo Tekankan Ketahanan Pangan hingga Jaminan Sosial Sesuai UUD 1945

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Legislator PKB Apresiasi Ojol Jadi Pelaku Usaha Mikro, Dorong Perlindungan dan Akses Pembiayaan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Kado HUT ke-81 RI, Novita Hardini Hadiahkan Dua Ambulans Gratis untuk Warga Trenggalek

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Ketua DPR RI Puan Mahan Soroti RAPBN 2027 yang Hampir Tembus Rp4.000 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Para Tamu Istimewa Presiden Prabowo di Sidang Tahunan MPR RI 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Profil Abdul Kholiq Suhri: Advokat Bondowoso Di Balik Gugatan MK Soal MBG

Berita Terbaru

Menghidupkan Prajurit Keraton di Jemari Generasi Alpha (for NOLESA.COM)

Pendidikan

Menghidupkan Prajurit Keraton di Jemari Generasi Alpha

Jumat, 21 Agu 2026 - 08:43 WIB

(for NOLESA.COM)

Opini

Kemerdekaan dan Dialektika Pembebasan Batin

Jumat, 21 Agu 2026 - 08:26 WIB