Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Redaksi Nolesa

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Urat Malu Putus

Datang seperti anjing-anjing yang rakus

Meminta ini dan itu tanpa tahu malu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak sungkan menebar kebencian di kalangan sendiri

Badan sudah bau tanah masih saja berani menampakkan diri

Akal sudah dangkal di tambah lagi racikan yang hambar

Berkeliaran tanpa memakai sehelai benang pun di tengah kesukaran

Seakan-akan tersangka menjadi korban

Tampang yang terlihat lugu ternyata sebenarnya adalah seorang penipu handal

Dengan bangga mempersembahkan barang curian

Merasa paling benar

Jelas-jelas otak merekam semua percakapan panjang tanpa asal bunyi

Bantal guling tak cukup memuaskan hawa nafsu

Entah apa yang merasukinya

Baca Juga :  Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Setan pun ikut geleng-geleng akan perbuatannya

Dimana hal yang seperti ini sudah dinormalisasikan

Ketapang, 23 Mei 2026

Layu Sebelum Mekar di Atas Air

Si gesit berbaring tenang di atas permukaan air

Merangsang reaksi titik temu

Lihatlah tanda merah di pipi

Beberapa tanda juga dibuat dengan sekali tekan

Kecupan mesra dari segala arah

Sesekali kulit bersentuhan langsung dengan sinar ultraviolet

Memunculkan tindakan yang agresif dan impulsif

Melampaui batas jarak yang dibuat oleh para tetua

Memaksimalkan kerusakan sudah menjalar hingga ke ujung akar tanah

Layu sebelum mekar

Ketapang, 26 Mei 2026

Rotan Itu Nama Lain Kasih Ibu

Selalu melihat angka kembar, jika pulang telat ibu tak segan membawakan kayu rotan

Baca Juga :  Penghujung 2022

Memberikan pelajaran kepada anaknya yang baru menginjak usia tujuh tahun

Ibu selalu memarahiku tak pernah bicara halus

Tak jarang menusuk telingaku

Tetapi hal ini dilakukan bukan karena ibu tak menyukaiku

Melainkan mendisiplinkan anak-anaknya sedari kecil

Ibu selalu memberikan pesan singkat

Agar mudah dikenang hingga masa tua nanti

Tangki cinta yang diberikan tak pernah kosong

Selalu meluber keluar dari zona nyaman

Ketapang, 27 Mei 2026

Gema yang Membelah Angkasa

Suara cambuk menggelengar membelah angkasa

Hati yang mengeras mengeluhkan tunggakan yang membengkak

Bukannya dinasihati pelan-pelan malah masuk lebih dalam

Mencari kesalahan di setiap sudut manapun itu

Baca Juga :  Puisi-Puisi Agus Sanjaya

Menghindar dari kejaran para algojo

Menyegarkan pikiran dalam sepersekian detik

Ketapang, 27 Mei 2026

*) Amanda Amalia Putri, lahir di Banyuwangi. Mengisi waktu luangnya dengan menulis puisi. Puisi-puisinya termuat di Banera.id, Bantenhejo.com, biliksastra, darus.id, KBA News, Madurapers, Mbludus.com, MediaKTM, NOLESA.COM, Riausastra.com, Salik.id, pronesiata.id, Sanggam.id, SumenepNews.com, dan sepenuhnya.com. Beberapa puisinya termuat dalam buku antologi bersama antara lain: Pengembara Rindu(2020), Senandung Bait Cinta Pertama (2023), Gugur Cinta ke Pelukan Rindu (2023), Rahasia Hati Yang Tak Pernah Terucap (2023), Simpul Rasa (2023), dan Aku di Garis Penantian(2024), Jejak Masa lalu (2025), dan Luka yang tak Bersuara (2025).

Berita Terkait

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Renata Xalisa Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:36 WIB

Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim (Foto: Istimewa)

Nasional

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Senin, 15 Jun 2026 - 20:40 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Empat Hari di Mulyodadi

Senin, 15 Jun 2026 - 15:15 WIB