Merengkuh Rida dengan Jiwa Yang Murni
Pernahkah kau bertanya pada tumbuh-tumbuhan mengapa ia tak mengambang?
Ia mematuhi Tuhan-Nya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
memegang tanah agar tak runtuh
Seperti prinsip-prinsip manusia yang kadang goyah oleh bingar dunia
Para pemuka agama menggaungkan surga dan neraka
Seakan surga di tangan kanan dan neraka di tangan kirinya
Padahal surga dan neraka bukanlah tujuan
Itu hanya reinkarnasi dari perbuatan baik dan balasan untuk perilaku tercela
Hakikat yang kau cari adalah rida
Yang tak diketahui takarannya oleh spekulasi manusia
Yang tak terjamah oleh tangan-tangan manipulatif
Yang tak tergapai dengan doa-doa semu dalam bibir semata
Rida Tuhan yang sejuk bagikan embun pagi yang menetes pada daun di subuh hari
Tak sembarang manusia menggapainya
Hanya jiwa yang rida dan diridailah yang Ia beri hidayah
Menuntun Jiwa yang tenang pada haribaan Tuhan dengan khidmat dan khusuk. Aaamiin.
Purwokerto, November 2022
Khatam
Pejabat yang telah usai masa khidmatnya
Pelajar yang lulus dengan ilmu yang siap diamalkan
Petani yang setia merawat meruwat padi hingga musim panen
Nelayan yang pulang menangkap ikan untuk menafkahi keluarganya
Bangsa yang bangun setelah tidur lamanya
Kebebasan berpendapat yang tidak dikekang lagi oleh birokrasi yang kaku
Semua telah selesai
Itulah manifestasi khatam
Seperti Musa yang telah usai menyeberangi Laut merah
Melewatinya dengan petunjuk-Nya yang baik
Petunjuk yang benar
Tidak terpengaruh apa yang mengintai di belakang dan kejutan yang menerka di depan
Lalui saja hingga tugasmu usai dengan kaffah
Sehingga dinyatakan lulus
dalam membaca ayat-ayat kauniyah-Nya
dan siap pada maqom selanjutnya.
Purwokerto, November 2022
Yanuar Abdillah Setiadi
Masihkah Kita Berusaha?
Dunia ini seperti belantara hutan
Bisa membuat siapa saja tersesat ke mana saja
Ke lembah kemunafikan
Ke jurang keegoisan
Ke liang kerakusan
Ke mana saja yang Ia kehendaki
Ada yang langsung menempuh jalan kebenaran-Nya
Ada yang tersesat, lalu ditunjukkan hidayah-Nya
Bermacam-macam
Tapi, masihkah kita berusaha?
Mencari yang terbaik
Karena pencarian tidak akan usai setelah tergapai
Selalu ada tingkatan yang harus dilalui selama menempuh rimba dunia
Hingga kita bersemayam dalam tanah
Maka, sejauh mana usaha kita?
Ingat, petir tidak menyambar ilalang yang rendah
Truk tidak akan melintasi gang sempit
Sesuai porsi dan takaran
Itulah yang disebut kapasitas
Yang harus dijalankan insan dengan sepenuh hati.
Purwokerto, November 2022
Janganlah Kau Marah, Nak
Ada ribuan hal di luar diri kita
Memicu untuk menyalakan api amarah
Tapi api itu bisa dipadamkan
Sejak dalam tungku di hatimu
Sebelum menjalar ke bagian tubuh lain
Bahkan sebelum menyulut api permusuhan
Yang dapat memutus tapi silaturahmi antar sesama
Setiap diri memiliki percik
Percik amarah, percik nafsu
Tapi, apakah percik itu melumat hati kita?
Sedangkan hati yang menentukan kadar besar kecilnya api
Marah adalah sebuah pilihan
Kau tidak akan membakar dirimu sendiri
Kecuali karena kau luput untuk memadamkannya
Tuhan menyayangi dirimu, jiwamu, ragamu, kesehatan mentalmu, hatimu dan hidupmu
Maka, jagalah api dalam dirimu
Agar kau tak hangus oleh ulahmu sendiri, Nak!
Purwokerto, November 2022
Yanuar Abdillah Setiadi
Menerka Hikmah
Di belahan bumi terburuk sekalipun selalu ada hikmah yang bisa kita petik
Di Kutub, kau tau bahwa hangat adalah nikmat
Di Samudera, kau merindukan daratan yang menebar kebersamaan
Di Angkasa, kau tau bahwa bumi adalah tempat sujud ternyaman
Hikmah itu ikhwal sudut pandang
Selalu ada hikmah di luasnya lautan yang tercemar kemudaratan
Hikmah mengalir dari hulu hingga hilir
Membawa arus damai
Siap membawa kapal kedamaian berlabuh di Samudera dunia
Yang penuh huru-hara tipu daya.
Purwokerto, November 2022
Guncangan Menimba Ilmu
Pendidikan menerpamu
Seperti besi utuh menjadi keris yang luhur
Seperti bongkahan emas yang disepuh menjadi permata
Seperti tanah lempung yang dibentuk hingga menjadi keramik yang menawan
Pendidikan itu membentuk
Yang malas menjadi cekat dalam melaksanakan tugas
Yang susah menjadi terselesaikan dengan mudah
Yang rumit akan selesai dalam hitungan menit
Tak usah kau risau dengan ujungnya
Gelisah dengan pertanyaan yang meluncur dari lisan manusia
Hendak jadi apa ketika besar, Nak?
Kau tak perlu menjawab
Tuhan sudah menjawab pertanyaan ini ribuan tahun lalu
“Tidak ada satu pun binatang melata, kecuali rezekinya sudah di jamin oleh Allah”
Firman Tuhanku, meneduhkan perjalananku menuntut ilmu
Mengarungi badai kemalasan dan ketidakpastian.
Purwokerto, November 2022









