Puisi-puisi Nihalun Nada

Redaksi Nolesa

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Mawar

Mawar di tengah hutan

Di antara dedaunan dan para hewan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sendiri, berpegang teguh pendirian dan keyakinan

Pada kebisingan

Terkutuk diam penuh harapan

Doa-doanya terkabulkan

Mawar di taman-taman kota

Tanpa kata-kata

Ia menjadi pusat perhatian di mana-mana

Sebab aromanya yang sederhana

Dapat berubah romansa cinta

Di antara mata-mata

Mawar di pinggir desa

Menawan seakan penuh rahasia

Rasanya ingin di penjara

Baca Juga :  Yogyakarta

Untuk dijadikan istri kedua

Rehat

Seorang yang sedang bersolek

Mencari jiwa di antara cermin dan mata

Padahal dirinya sempurna

Tapi sukma selalu saja ingin lebih darinya

Lalu apa daya?

Moral saja tak punya

Apalagi manikam di setiap kelam

Atau bahkan pakaian di setiap perbuatan

Aku ingin rehat

Sayap-sayap sedang penat

Aku ingin melihat bukan sebab buta

Tapi aku buta sebab tak ingin melihat

Cercaan Mereka

Tentang cercaan mereka

Baca Juga :  Puisi-puisi Zikri Amanda Hidayat

Membuana di antara belantara

Yang mati menjadi mayat

Atau hidup menjadi tak terlihat

Itu sama saja

Namun jika kau melihat rasi pada cakrawala

Maka kita membuat luka di atas kata-kata mereka

Peka bukan malapetaka

Tapi malapetaka datang pada kita

Saat diterima hati dan mata

Puitis

Duniawi

Berharap sajak tetap mendampingi

Aksara menjadi abadi

Usaha memendam cinta sejati

Duniawi

Jika ditemui

Banyak sisi nan segi

Menjadi ibu berperisai puisi

Baca Juga :  Kelahiran Marut dan Pupusnya Dendam Ibu Para Asura - Puisi Moehammad Abdoe

Namun pengabdi

Harus belajar pada sanubari

Yang akan memproklamasi hati

Duniawi

Dengan tanpa terikat dasi-dasi

Sebatas abjad-abjad suci

Malam yang Sendu

Ditemani beberapa bintang

Pada malam yang cukup petang

Ketika degup jantung mengguncang

Dan air mata bersiap untuk datang

*) Nihalun Nada, penyair muda berasal dari Sumenep Madura. Sekarang menjadi Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Beberapa puisinya seringkali menjadi langganan Media cetak, dan beberapa puisinya sudah banyak yang bukukan

Berita Terkait

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Renata Xalisa Putri
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:36 WIB

Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 26 April 2026 - 15:24 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Puisi

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB

(for NOLESA.COM)

Resensi Buku

Ketika Jelata Angkat Suara

Kamis, 11 Jun 2026 - 01:38 WIB