Puisi-Puisi Madno Wanakuncoro

Redaksi Nolesa

Minggu, 13 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Izin Menetap di Pelukanmu

Kepada YMKR

Bersama surat ini kusampirkan sehembus puisiku dan sehujan perasaanku padamu. Bahwa dengan isyarat hati, desir semesta, bisik lirih angin rindu dan benih cinta titipanNya, yang tanpa kusengaja ternyata beralamat ke hatimu, aku ingin memohonkan izin untuk menetap di pelukanmu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apakah engkau berkenan? Mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pemindahan perabotan rasa, ketentuan masa depan kita, dan lain-lain, akan kita rencanakan bersama dengan cara tulus saksama, juga keberduaan abadi dalam tempo yang selama-lamanya

Mojokerto, 5 Juli 2020

 

Secuplik Kisah Asmara Generasi Hybrid

ada pemuda membuka notifikasi di hapenya
top-apin saldo Shopee-ku, dong say…”
dan karena kebetulan pemuda itu dompetnya sedang astagajim
maka kata say dari kekasihnya itu dibaca saythonirrojim

lalu ada mahasiswi asal Sunda yang sedang di Yogya
diajak healing oleh gebetannya
“Ayang, kemah tipis-tipis ke Kaliurang, yuk…”
dan karena kebetulan mahasiswi ini sedang sibuk menggarap skripsi
maka kata Ayang dari cowok mupeng itu dibaca Anying!

sedikit berbeda, ada kakak-kakak sangar aktivis di medan demonstrasi
mendadak ditarik gadis ayu dari kerumunan itu
“Bung, percuma memperjuangkan bangsa dan negara,
apalagi kalau cuma onani wacana,
mending kita cari OYO dan melibas malam asyik berdua.”
bimbang antara iman dan eman, si aktivis ini menggangguk canggung
dan seketika langsung tarik gas
menuju praktikum biologi

Baca Juga :  Kata(nya) Merdeka

dan sangat jauh berbeda, ada spesies jomblo ngenes
sedang menulis puisi di pojok kafe Yogya
“Fatum jomlotum, amor kopi”
—sekalipun takdirmu jomblo, cintailah kopi

Blandongan, 2022

 

Padahal Waktu Begitu Bersahabat

apa yang tergeletak di dalam asbak
adalah ayat-ayat kasat mata
tentang jiwa yang mendung

Baca Juga :  Ziarah-Puisi Abdullah Mamber-Madura

bagian paling rahasia
dari ketidakcerdasanku
mengolah waktu

tapi sejak kapan gelas kopi ini kosong?
sementara bungkus gorengan alot ini
berisi kepingan berita kriminalitas akademik
yang baru saja dilakukan professor

biarlah, toh aku tidak mudeng lagi
kapan terakhir kali matahari menjamah kulitku
barangkali karena keyakinanku berkata
keluar kosan sama dengan bertemu neraka

L’enfer, c’est les autres,” umbar Sartre
—hell is other people
orang lain adalah neraka
dan tentu maksudnya termasuk aku juga

nyinyir hati dan bibir ini
belum kunjung padam
“mungkin kamu butuh piknik”
kata generasi hybrid
: perpaduan gen molusca + hewan pengerat

tapi kembali aku tidak mudeng lagi
di mana terakhir kali
kuletakkan kunci perasaanku
hingga sulit sekali aku membuka diri
bagi gadis tulus yang menganggapku idamannya

Baca Juga :  Puisi-puisi Muhammad Ridwan Tri Wibowo

padahal dunia terasa hangat
biarpun diisi berjuta psikopat
padahal hidup begitu singkat
walaupun banyak yang melarat
padahal waktu begitu bersahabat
sekalipun kadang keparat

Umbulharjo, Maret 2022

 

 

 

Madno Wanakuncoro adalah penulis yang gemar melukis dan menonton film. Buku yang telah diterbitkannya antara lain: kumpulan puisi Asal-Usul Senyumanmu (2019), kumpulan cerpen Kepala Negara Babi (2020), sehimpun surat esai Suara-Suara yang Tersekap (2020), buku Puasa, Corona & Keterlenaan Manusia (2020), dan sehembus puisi Kecuali Untuk Kau Kenang (2020). Kini disibukkan oleh riset dan kewajiban akademik pascasarjana di Yogyakarta sembari merawat taman literasi digital “metafor.id”. Dapat disapa di Instagram @madno_wk.

 

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

 

Berita Terkait

Puisi-puisi Nihalun Nada
Demi Konten, Etika Dikubur?
Semangat Kartini dalam Peran Ganda Guru Perempuan: Mendidik dengan Hati
Spirit Kartini: Sebuah Refleksi Tentang Kebebasan dan Tanggung Jawab
Penguatan Manajemen Logistik Kebencanaan dengan Ekosistem Digital: Transformasi Respons Kemanusiaan
Bohong Akut
Fenomena Air: Lebih Masalah, Kurang Juga Masalah
Eksaminasi Parate Eksekusi atas Penetapan Nilai Limit Lelang di Bawah Harga Pasar: Analisis Perlindungan Hukum terhadap Debitur

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 08:07 WIB

Demi Konten, Etika Dikubur?

Selasa, 21 April 2026 - 21:04 WIB

Semangat Kartini dalam Peran Ganda Guru Perempuan: Mendidik dengan Hati

Selasa, 21 April 2026 - 10:59 WIB

Spirit Kartini: Sebuah Refleksi Tentang Kebebasan dan Tanggung Jawab

Senin, 13 April 2026 - 09:31 WIB

Penguatan Manajemen Logistik Kebencanaan dengan Ekosistem Digital: Transformasi Respons Kemanusiaan

Senin, 6 April 2026 - 15:50 WIB

Bohong Akut

Berita Terbaru

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya (Foto: Istimewa)

Nasional

Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:26 WIB