Asmaragama
yogya terlihat lebih anggun sehabis hujan
lampion menegaskan keberadaan di aspal jalan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
reklame-reklame memuat sejumlah harapan
kemudian kita dipertemukan oleh pohon pesan
yang menghijau. seperti kenangan
kau mengetuk pintu kamar
udara berhenti bergetar
malam semakin lunglai
disentuh kesedihan yang terbakar
aku tahu, barangkali kita tidak akan lagi bertemu
tapi sayap kupu-kupu di atas payudaramu itu
membawaku pada belantara lagu dangdut
whisky baru saja kau renggut. dari tanganku
tanganmu terus menjalar di leherku
jam dinding dan kelambu
tak memberi pernyataan apa-apa
selain getar bibirmu yang mustahil kulupa
:sudah berapa lelaki mengunyah tubuhmu?
tak ada bunga
atau ungkapan lebay menggema
tapi selintas mencintai bagian tubuhmu
yang entah bagian mana
tiba-tiba lidahku menjulur dari masa lalu
menjilati puting bulan
yang terikat di antara tiang ranjang
Kutub/Yogyakarta, 2025
Minggu Merah Jambu di Stasiun Tugu
memasuki gerbang stasiun,
ada yang perlahan mengelupas
mungkin semacam warna marun kesedihan
detak jam dan detak jantung sama tergesanya
bagaimana cara menyeka hujan dengan baik
setelah bunyi terompet
setelah getaran mungil pada atap peron
pada kursi tunggu yang setengah gigil ini
kita mesti saling merelakan, barangkali,
bahwa perpisahan merupakan komposisi terbaik
bagi lagu kerinduan yang menggema
sepanjang kesepian
kereta akan segera berangkat
kuwariskan semacam puisi berkarat
juga samsu yang memucat
esok hari, setelah di kota ini
bunyi gemelan raib
cinta menjadi aib
aku akan datang kembali
dengan kereta yang sama
juga kecupan yang sama
Kutub/Yogyakarta, 2025
Pledoi Rahwana
datanglah kepadaku wahai perempuan yang
di dadanya bertuliskan dendam kerinduanku
tanpa harus aku menculiknya.
ketololan kekasihmu terlalu sempurna
daripada kesetianku yang tiada padanannya
di tungku penantianku, bulan telah matang
datanglah kau sebelum petang hilang
atau pada sebuah malam, di teluknya rindu bersarang
tapi, wahai perempuan yang selalu menepis
anak panah yang berasal dari dasar dadaku.
katakan padaku, ketika kesunyian menebal
dan kerinduanku mengental
apa yang belum malam ucapakan kepadamu
seusai rama menusukkan curiga
pada tubuh kesetiaanmu?
Yogyakarta 2025
Sebuah Surat Berbentuk Rumah
ini surat pertama sekaligus terakhir
yang sengaja kubaca
setelah kau berjalan ke arah yang berkabut
setelah hujan mulai berani membasahi kamar ini
pertengkaran adalah hal yang wajar
rindu memang kerap membikin detik kita memar
tapi pergi bukan jalan terbaik.
sekali lagi, pergi bukan jalan terbaik, katamu
aku tersenyum, ketika janji sangatlah sepele di tanganmu
tanpa melihat bagaimana sebuah puisi
merekam setiap gesekan angin pada helai-helai rambutmu
aku menulisnya penuh kehati-hatian
kesedihan melilit kakiku, sayang. kemudian
menjatuhkanku pada altar tahun-tahun kelabu
seperti surat yang berbentuk rumah ini
meski kebahagian dan kesedihan memang kuntum-kuntum nasib
di hadapan anak-anak kita bikin segala yang berbentuk derita itu raib,
tegasmu.
kemudian aku berhenti membaca surat itu
hujan semakin deras dalam kamarku
kokambar/yogyakarta, 2025
Yogya, Suatu Malam
perjalanan kita terjeda. rel bergetar. melintas sebuah kereta
perpisahan tak sepenuhnya membutuhkan air mata. tapi kurasa
detak jam dan jantung sama tergesanya. stasiun tugu kulihat berbadai.
kesepian meranggas dari rambutmu. seperti daun-daun di taman ini
malam hanya enam jam. selebihnya, cinta yang gemetar di bibirmu
jalan memadat seperti kata-kata. tanpa satu pun jerit klakson. atau
sejumlah keloneng becak. gerimis kecil terus menyentuh bercak.
gedung-gedung semakin tinggi dan pandai bersolek sendiri
suara-suara mengikuti alun tembang kinanti di setiap sanubari
musik angklung mengguyur jogja. rupannya kesedihan pergi tergesa
kutub/yogyakarta, 2025
*Khalil Satta Èlman, lahir di Sumenep, Madura, 7 Mei 2003. Mahasiswa Filsafat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menulis puisi dan prosa di pelbagai media cetak dan daring juga antologi bersama. Sekarang sedang merampungkan buku puisi keduanya sambil memangku Lembaga Kajian Kajian Kutub Yogyakarta (LKKY). Bisa disapa di akun ig: @kapalangan_









