Di Balik Kata dan Doa
Tentang dirimu,
Yang akan selamanya menjadi milikmu,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam bait-bait sajakku yang ditujukan padamu.
Berjalanlah dengan lembut di setiap langkah yang kau tuju,
Peliharalah lekuk senyummu yang memancarkan keindahanmu
Aku menyayangimu,
Dalam setiap doa yang kutitipkan, selalu terukir namamu.
Dalam goresan lukisanku,
Dalam hela-hela kata yang kutulis,
Selalu ada kamu,
Meski helaan nafasku tak terdengar olehmu
Aku masih terus menyayangkan
Hilangnya hadirmu dari sisiku
Fatamorgana yang Abadi
Dalam rengkuhan ingatanku
Aku masih mengingat manisnya senyummu
Indra penciumanku masih mengingat harummu
Dalam fatamorgana yang fana
Kamu abadi
Aku tidak tahu
Antara intensitas hujan dan tangisku
Mana yang lebih kuat,
Mana yang lebih deras frekuensinya
Yang aku tahu
Selalu ada harap dalam cakrawalaku
Agar senantiasa memelukmu
Daya Tarik Tak Terjangkau
Dari banyaknya insan yang tercipta
Aku selalu punya satu pertanyaan
Adakah kamu di situ?
Magnet dari dalam dirimu
Yang selalu mengikat dalam porosku
Ada sorot teduh dalam tatapanmu
Yang selalu hangat dalam benakku
Bukan aku terlalu cinta terhadapmu
Tapi daya tarikmu yang selalu mengikatku
Seperti takdir yang tak pernah bisa kutolak,
Tapi tak pernah bisa aku rengkuh
Dalam diam dan rindu yang tak bertepi
Sesayup desir yang berbunyi
Apakah kau tau itu?
Oh, Tuan
Bayang Semu
Penyangkalanku akan kepergianmu
Bayangmu yang menjadi semu
Lihai sekali ucapanmu
Untaian kata yang terucap olehmu
Tertangkap jelas oleh ingatanku
Dalam rangkaian askaraku
Benar saja kalau tokoh utamanya kamu
Yang ku biarkan menetap dalam karyaku
Lalu menyelinap dalam kalbu
Ku ucapkan terima kasih
Atas segala warna olehmu
Yang kemudian menjadi abu
Dunia dan Dimensiku
Sejauh ini
Aku ingin bertanya kepadamu
Apakah rayuku tidak terlihat olehmu
Tidak adakah satu yang tertuju
Dalam hatimu yang beku
Baiklah, tuan
Izinkan rasaku terus berputar
Dalam lingkar porosmu
Kalau kau mau
Kenalkanlah bagaimana duniamu kepadaku
Maka akan aku ceritakan pula dimensiku
Kau tahu ?
Setiap sorot mata teduh yang kau beri kepadaku
Selalu ada desir dalam hatiku
Aku selalu jatuh cinta kepadamu
*) Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)









