Penting! Seperti ini Pesan Ketua PC NU Sumenep Ketika Menghadiri Haflatul Imtihan Taufiqurrahman

Redaksi Nolesa

Rabu, 22 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Ketua PC NU Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur KH. Pandji Taufiq menghadiri Haflatul Imtihan dan Harlah ke-55 Yayasan Taufiqurrahman Banuaju Timur Kecamatan Batang-Batang, Rabu, 22 Juni 2022, malam.

Kiai Pandji tidak sekedar hadir dalam acara tersebut, tetapi juga diberi kesempatan menyampaikan kata sambutan selaku Ketua PC NU Sumenep.

Dalam sambutannya, Kiai Pandji mengajak segenap wali murid dan masyarakat yang hadir tetap semangat dalam memperjuangkan pendidikan.

Selanjutnya, Kiai Pandji berpesan kepada seluruh masyarakat, termasuk pengelola lembaga pendidikan supaya hati-hati dalam mengadakan pengajian termasuk dalam perayaan Haflatul Imtihan.

“Undang kiai yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah, yang isi ceramahnya berbanding lurus dengan pelajaran di madrasah,” pinta Kiai Pandji.

Baca Juga :  [Meng]apa Filsafat itu Penting?

Kiai Pandji secara tegas berpesan, masyarakat atau pengelola pendidikan harus selektif ketika akan mengundang da’i atau kiai.

“Hindari kiai yang sering menyalahkan orang lain, menjelek-jelekkan lembaga lain, atau menyalahkan ajaran yang sudah diterapkan dalam ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” pesannya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kiai Pandji menyarankan apabila masyarakat atau pengelola lembaga pendidikan hendak mengadakan pengajian dan mengundang penceramah hendaknya berkoordinasi dengan pengurus NU setempat.

Baca Juga :  Jangan Diganggu, Bupati Fauzi Hanya Mau "Jual” Sumenep Lewat Lagu

“Bisa ke pengurus ranting, MWC, atau pengurus cabang,” tutup Kiai Pandji.

Untuk diketahui, Haflatul Imtihan dan Harlah ke-55 Yayasan Taufiqurrahman Banuaju Timur Kecamatan Batang-Batang menghadirkan Kiai Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab Ketua Lembaga Dakwah PB NU.(*)


Penulis : Rusydiyono 

Editor : Ahmad Farisi

Berita Terkait

Hanya Demi Memburu Sebuah Hadits
Menggali Kekuatan Jiwa
Muhasabah: Belajar Menggali Kekuatan Jiwa
Abu Ustman Al-Hiri: Menjaga Getar Perasaan Wanita
Krisis Nepal: Pelajaran untuk Indonesia
Klarifikasi dan Luka Sosial
Saatnya Negara Berbenah
Protes Publik dan Pemerintah yang Gagal Paham

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 12:46 WIB

Hanya Demi Memburu Sebuah Hadits

Jumat, 24 Oktober 2025 - 12:52 WIB

Menggali Kekuatan Jiwa

Jumat, 26 September 2025 - 13:55 WIB

Muhasabah: Belajar Menggali Kekuatan Jiwa

Jumat, 19 September 2025 - 07:54 WIB

Abu Ustman Al-Hiri: Menjaga Getar Perasaan Wanita

Kamis, 11 September 2025 - 06:14 WIB

Krisis Nepal: Pelajaran untuk Indonesia

Berita Terbaru

Prosesi Wisuda ke-IV UNIBA Madura, Rabu, 10/12/2025 (Foto: Ist)

Pendidikan

Wisuda ke-IV UNIBA Madura Cetak Sarjana Ekbis dan Sainstek

Rabu, 10 Des 2025 - 19:52 WIB

Unija Madura kukuhkan 285 perawat dan bidan, Rabu, 3/12/2025 (Foto: Ist)

Pendidikan

Unija Madura Kukuhkan 285 Perawat dan Bidan

Jumat, 5 Des 2025 - 12:41 WIB

for NOLESA.COM

Opini

Talkshow Tokoh Inspiratif: Catatan Reflektif

Kamis, 4 Des 2025 - 17:29 WIB