Jangan Mematikan Hati

Redaksi Nolesa

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(for NOLESA.COM)

(for NOLESA.COM)

Oleh Sujono (Om Jo)

MIMBAR, NOLESA.COM – “Janganlah kamu mematikan hati dengan makan dan minum berlebihan, meskipun makanan dan minuman itu halal; Sebab, hati itu ibarat tumbuhan, jika terlalu banyak disiram, ia akan mati.” (Nabi Saw).

Imam Al-Ghazali menulis sebuah kisah. Nabi Yahya ‘alaihissalam, bertemu dengan iblis yang sedang membawa sesuatu barang. Kepada iblis Nabi Yahya bertanya, “Untuk apa barang itu?” Iblis menjawab, “Barang ini adalah syahwat untuk memancing anak cucu Adam.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Adakah dalam diriku sesuatu yang dapat engkau pancing?” tanya Nabi Yahya ‘alaihissalam.

“Tidak ada. Hanya pernah terjadi pada suatu malam, engkau makan agak kenyang, dan aku dapat menarikmu sehingga engkau merasa berat mengerjakan shalat,” jawab iblis terus terang.

Baca Juga :  Filsafat sebagai Jalan Hidup

Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kisah di atas? Bahwa, untuk menjaga isi perut agar tidak terlalu kenyang, bukan hal yang sederhana. Dituntut kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu.

Syetan (iblis) gemar sekali mendorong manusia menikmati makanan enak sebanyak mungkin. Kalau sudah terbiasa dengan makanan dan minuman enak, iblis kemudian menariknya untuk mendekati barang-barang syubhat dan kemudian yang haram.

Makanan halal yang kita konsumsi pada hakekatnya adalah bekal untuk beribadah. Bila porsi itu sudah terpenuhi, lalu melewati batas, berarti pemborosan.

Maklumat Nabi Saw;

“Sesungguhnya yang halal itu tidak datang kepadamu melainkan sebagai bekal…”

Sekali pun makanan itu halal, tidak menjadi alasan untuk menikmati dengan tak terkendali. Beliau Saw, bersabda;

Baca Juga :  Isra Mikraj Sebuah Perjalanan Spiritual yang Hanya Bisa Dipercaya oleh Orang yang Beriman

“Janganlah kamu mematikan hati dengan makan dan minum berlebihan, meskipun makanan dan minuman itu halal. Sebab hati itu ibarat tumbuh-tumbuhan, jika terlalu banyak disiram, ia akan mati.”

Abu Ja’far berkata; “Perut jika lapar, membuat seluruh anggota badan tidak banyak menuntut dan merasa tenteram. Tetapi jika kenyang, maka anggota tubuh lainnya menjadi lapar, banyak tuntutannya.”

Semoga kita mampu menjaga perut dari hal-hal yang merugikan masa depan kita; dunia dan akhirat.

Pemahaman;

“Hati ibarat tumbuh-tumbuhan, kalau kebanyakan disiram ia akan mati,” perumpamaan Nabi Saw, maknanya sangat dalam. Kita sering berpikir “kan halal”, jadi bebas makan sepuasnya. Padahal, yang bahaya bukan haramnya, tapi kenyangnya.

Baca Juga :  Jihadnya Wanita

Kisah Nabi Yahya ‘alaihissalam bertemu dengan iblis merupakan tamparan halus. Beliau hanya sekali makan agak kenyang, iblis sudah bisa bikin berat untuk melakukan shalat. Nah, kalau kita yang sering makan tiga piring + STMJ, lalu gimana kata iblis?

Pelajaran Utamanya;

Makanan halal itu bekal ibadah, bukan tujuan ibadah. Kalau dipahami terbalik, ibadah jadi berat.

Kenyang itu pintu syubhat dan syahwat. Perut kenyang, mata jadi lapar, hati jadi keras.

Lapar bikin tenteram. Anggota badan tidak banyak menuntut. Makanya puasa itu obat hati.

Nasehat Abu Ja’far itu sangat relevan dengan zaman sekarang. Kita sering lapar mata, padahal perut sudah kenyang.

Wallahu a’lam…

*) Penulis lepas tinggal di Sumenep

Berita Terkait

Nabi Sulaiman dan Semut
Hari Tasyrik
Masjid Kampus Harus Berfungsi Lebih
Allah Tidak Menciptakan Sesuatu yang Lebih Kuat Melebihi Doa
DPRD Sumenep Gelar Rapat Paripurna Penetapan Propemperda 2026
Saat Berpuasa, Manusia Mendapatkan Kembali Kekuasaan atas Dirinya
Gema Ramadan, Turunnya Sebuah Peradaban Suci
Mabrur Tanpa Berhaji

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:36 WIB

Nabi Sulaiman dan Semut

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:42 WIB

Hari Tasyrik

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:32 WIB

Masjid Kampus Harus Berfungsi Lebih

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:11 WIB

Jangan Mematikan Hati

Jumat, 24 April 2026 - 07:03 WIB

Allah Tidak Menciptakan Sesuatu yang Lebih Kuat Melebihi Doa

Berita Terbaru

(for NOLESA.COM)

Resensi

Kisah Tentang Luka, Harapan, dan Penerimaan Diri

Senin, 29 Jun 2026 - 16:32 WIB

Nihayatul Wafiroh (Foto: Istimewa)

Nasional

Politikus PKB Minta Beasiswa Kedokteran Diperbanyak

Minggu, 28 Jun 2026 - 17:45 WIB