Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol

Redaksi Nolesa

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Istimewa)

Menkomdigi Meutya Hafid (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Jumlah anak terpapar judi online (judol) sudah mencapai tingkat mencemaskan. Berdasarkan penyampaian Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, saat ini anak Indonesia yang terjerat judol hampir mencapai 200 ribu.

Hal itu diungkapkan Menteri Meutya pada saat menghadiri Indonesia GO ID Menyapa di Medan, Sumatra Utara pada Rabu kemarin, 13 Mei 2026.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Gaspol Tolak Judol – Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online” ini Menteri Meutya mengaskan bahwa kondisi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak karena judi online kini semakin mudah menjangkau anak-anak melalui media sosial, game, hingga berbagai platform digital.

“Ini kenapa penting bagi kita membuka ruang diskusi dan menyampaikan bahwa masalah ini luar biasa besar. Pemerintah hadir, tapi kita tidak bisa sendiri. Literasi digital juga penting, tidak cukup hanya menutup akses atau melakukan takedown,” kata Meutya seperti dikutip infopublik, Kamis 14 Mei 2026.

Baca Juga :  Novita Hardini Dorong Penguatan UMKM Fesyen di Ponorogo

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemblokiran terhadap situs dan judi online. Hal itu sebagai bentuk perlindungan pemerintah agar masyarakat tidak terjebak dalam kubangan masalah yang dapat menghancurkan masa depannya.

“Kami memerangi aksesnya dengan menutup situs-situs judi online. Tapi kalau pelakunya tidak ditindak, situs baru akan terus bermunculan. Karena itu perlu kerja sama dengan kepolisian, PPATK, OJK, perbankan, hingga platform digital,” tegas Meutya.

Baca Juga :  Hari ini Sekretariat Presiden Membuka Pendaftaran Undangan Peringatan HUT RI Ke-77, Ini Caranya

Walaupun telah dilakukan pemblokiran beberapa situs judol, Meutya berharap peran keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang digital. Karena bagaimanapun keluarga merupakan benteng pertama agar anak tidak masuk dalam lingkaran aktivitas yang merugikan itu. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau
Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama
Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim
Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan
Influenza A Meluas, Neng Eem Dorong Penguatan Deteksi Dini dan Layanan Kesehatan
Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Panglima Santri Nusantara Pimpin Apel HSN Ponpes Dar el Hikmah Riau

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menko PM Minta BUMN Optimalkan Aset Menganggur untuk Pemberdayaan Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Menko PM Buka Jalan Perubahan Bansos 2027, Warga Rentan Jadi Sasaran Utama

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Presiden Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Salah Satunya Mantan Gubernur Jatim

Senin, 28 September 2026 - 17:43 WIB

Novita Hardini Dorong Kebijakan Industri Berkelanjutan

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB