Ketua Banggar: Target RAPBN 2026 Menantang di Tengah Tekanan Global

Redaksi Nolesa

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah (foto: IST)

Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah (foto: IST)

JAKARTA, NOLESA.COM – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah telah menuntaskan pembahasan awal postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 secara indikatif pada Juli 2025.

Kesepakatan ini menjadi acuan bagi pemerintah dalam menyusun Nota Keuangan RAPBN 2026 yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan Agustus mendatang.

Ketua Banggar DPR RI MH Said Abdullah memperkirakan pendapatan negara dalam RAPBN 2026 berada pada kisaran Rp3.094–Rp3.114 triliun. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.800–Rp3.820 triliun, dengan defisit berada di rentang 2,53 persen PDB atau sekitar Rp706 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pemerintah biasanya mengajukan pada batas atas ketimbang batas bawah,” kata Said di Jakarta, Senin, 11 Agustus 2025.

Baca Juga :  Kala AHY Doakan Pasangan Anies-Muhaimin: Semoga Sukses

Postur RAPBN 2026 ini lebih tinggi dibanding prognosis APBN 2025 yang memproyeksikan pendapatan negara sebesar Rp2.865,5 triliun. Angka itu terdiri dari penerimaan perpajakan Rp2.387,3 triliun, penerimaan bukan pajak Rp477,2 triliun, dan penerimaan hibah Rp1 triliun. Belanja negara tahun ini diperkirakan mencapai Rp3.527,5 triliun dengan defisit Rp662 triliun atau 2,78 persen PDB.

Said menilai target RAPBN 2026 cukup menantang, terutama di tengah dinamika global. Dunia usaha harus menyesuaikan diri dengan kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap banyak negara, serta ketidakpastian akibat konflik geopolitik.

Baca Juga :  Dino Patti Djalal Soroti Absennya Delegasi RI di Pemakaman Ayatollah Khamenei

“Di dalam negeri, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, terlihat dari melandainya pertumbuhan konsumsi rumah tangga,” ujar politikus asal Sumenep itu.

Ia juga menyoroti tantangan penggantian penerimaan PNBP yang hilang sekitar Rp80 triliun pascarevisi UU BUMN yang melahirkan Danantara, sehingga setoran dividen BUMN ke negara ditiadakan.

Meski demikian, Said yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim itu menekankan RAPBN 2026 akan menjadi modal penting untuk program pemulihan daya beli masyarakat dan menjaga kinerja ekspor. Pemerintah bersama pelaku usaha perlu mencari pasar baru dan tidak bergantung pada negara tujuan ekspor tradisional.

Selain itu, RAPBN 2026 menjadi milestone kedua bagi pemerintah dalam menjalankan program strategis seperti makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Program-program tersebut diyakini akan menjadi game changer dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Jaga Kedaulatan NKRI

“Keberhasilan program ini akan mengubah struktur demografi angkatan kerja. Saat ini, 54 persen angkatan kerja hanya lulusan SMP ke bawah,” kata Said.

Namun ia mengingatkan, APBN saja tidak cukup membiayai pembangunan. Pemerintah harus mendorong keterlibatan sektor swasta, salah satunya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek-proyek yang memungkinkan.

“Investasi swasta menjadi salah satu kunci penting yang harus terus ditingkatkan ke depan,” pungkas said.(*)

Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru
Novita Hardini Minta Rencana Ekspor Satu Pintu Dikaji Agar Tak Ganggu Industri
BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando
Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom
Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata
Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara
Presiden Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah
SE Menkomdigi Untuk Lindungi Sisa Kuota Pelanggan Seluler

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 13:37 WIB

Said Abdullah: Evaluasi UU P2SK Perlu Didahulukan Sebelum Regulasi Baru

Rabu, 16 September 2026 - 11:02 WIB

BM PAN Periode 2026–2031 Gelar Meet and Greet, Teguhkan Soliditas dan Satu Komando

Senin, 14 September 2026 - 19:52 WIB

Mengapa Purbaya Dipecat? Ini Kata Ekonom

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Elektabilitas PAN Capai 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Perkuat Kerja Nyata

Rabu, 9 September 2026 - 00:22 WIB

Novita Hardini Dorong Hilirisasi Komoditas Pertanian dan Penguatan UMKM di Tapanuli Utara

Berita Terbaru

Wabup Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memimpin rakor pemenuhan titik usulan listrik desa (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Bangkalan Matangkan Usulan Titik Listrik Desa

Jumat, 25 Sep 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep dan Blitar Jalin Kerja Sama Pembangunan

Jumat, 25 Sep 2026 - 07:05 WIB