JAKARTA, NOLESA.COM – Dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh oknum kiai di Pati, Jawa Tengah menyita perhatian banyak pihak. Salah satunya dari organisasi Perempuan Bangsa.
Dalam keterangan resminya, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum agar memastikan perlindungan maksimal serta pendampingan menyeluruh bagi seluruh korban dugaan kekerasan seksual di Pati itu.
Ninik sapaan akrab Ketum DPP Perempuan Bangsa, mengaku mengecam keras tindakan pelaku yang dinilai sebagai perbuatan biadab dan tidak bisa ditolerir dalam bentuk apa pun.
Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu, kasus kekerasan seksual tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikis yang mendalam bagi para korban. Karena pelaku perlu ditindak tegas sesuai aturan yang ada.
“Ini tindakan biadab yang sama sekali tidak bisa ditolerir. Siapa pun pelakunya harus diproses secara hukum dengan tegas. Kekerasan seksual adalah kejahatan kemanusiaan yang menghancurkan rasa aman dan masa depan korban,” tegas Ninik.
Ninik menilai, pendampingan bagi para korban sangat urgen dilakukan karena kondisi psikologis korban dipastikan terguncang akibat peristiwa tersebut. Negara, kata dia, harus hadir memastikan korban mendapatkan layanan hukum, psikologis, dan sosial secara menyeluruh.
“Pendampingan terhadap korban sangat penting karena psikis mereka pasti terguncang. Jangan sampai korban merasa sendirian menghadapi trauma dan tekanan sosial akibat kasus ini,” lanjutnya.
Perempuan Bangsa, kata Ninik, juga akan segera turun untuk memberikan pendampingan kepada para korban dan memastikan hak-hak mereka terlindungi selama proses hukum berjalan.
Meski demikian, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu mengingatkan seluruh pihak agar tetap menjaga privasi dan identitas korban demi melindungi keselamatan serta pemulihan psikologis mereka.
“Kami siap turun mendampingi para korban. Tetapi semua pihak harus menjaga privasi korban, tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang dapat memperparah trauma mereka,” tandas Ninik. (*)
Penulis : Arif









