YOGYAKARTA, NOLESA.COM – Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pelatihan bertajuk Transformasi Sampah Plastik Menjadi Wayang sebagai Media Edukasi Lingkungan bagi Anak-Anak Gedongkiwo di Kelurahan Gedongkiwo, Kota Yogyakarta, pada Sabtu 25 April 2026, lalu.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) FBSB UNY Tahun 2026. Pelatihan dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Iswahyudi, M.Hum. bersama tim dosen yang terdiri atas Danti Rizki Amalia, M.Pd., Dedy Sartono, M.Pd., Alifia Zahra Khoirunisa, M.Pd., serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Kriya UNY.
Ketua tim pelaksana, Prof. Iswahyudi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengedukasi anak-anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni wayang yang kreatif dan edukatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan sekaligus mendapatkan pemahaman tentang seni wayang sebagai salah satu warisan budaya Jawa. Anak-anak mengikuti berbagai sesi, mulai dari pengenalan lingkungan dan budaya hingga praktik langsung membuat wayang dari botol plastik bekas yang telah dipilah dan dibersihkan.
Proses pembuatan wayang dilakukan secara bertahap, mulai dari membuat pola tokoh wayang, memotong bahan plastik sesuai desain, hingga merangkainya menjadi wayang yang siap dimainkan. Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons antusias dari para peserta.
Salah satu peserta, Afifah, mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengalaman baru dalam mengolah sampah menjadi karya seni. “Senang mengikuti pelatihan ini. Pertama kali mencoba,” ujarnya.
Tim pelaksana memilih metode pembelajaran berbasis seni karena dinilai lebih efektif dan menyenangkan bagi anak-anak. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya belajar mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini.
Selain melibatkan dosen dan mahasiswa, pelatihan juga didukung pengelola sanggar seni di Gedongkiwo. Anak-anak dibimbing untuk membuat wayang dengan desain yang menarik, berwarna, dan aman digunakan. Hasil karya mereka kemudian ditampilkan dalam pertunjukan sederhana sebagai media penyampaian pesan lingkungan kepada masyarakat sekitar.
Dedy Sartono, salah satu anggota tim pelaksana, menjelaskan bahwa inovasi wayang berbahan sampah plastik merupakan bentuk pemanfaatan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Dengan alat sederhana dan bahan bekas rumah tangga, limbah plastik dapat diubah menjadi media edukatif bernilai seni sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan perkotaan.
Melalui kegiatan ini, UNY berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, peduli terhadap lingkungan, serta bangga terhadap budaya bangsa. Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi model edukasi lingkungan berbasis seni dan budaya lokal yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. (*)
Penulis : Arif









