Soroti Keterbukaan Informasi di Kampus, DEMA UIN SUKA Adakan Wabinar

Redaksi Nolesa

Senin, 26 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, NOLESA.com — Dewan Eksekutif UIN Sunan Kalijaga (DEMA UIN SUKA) Yogyakarta menggelar webinar.

Webinar tersebut bertema “Keterbukaan Informasi Publik di Perguruan Tinggi: Menyikapi Persoalan Transparansi Birokrasi Kampus”.

Kegiagatan webinar itu berlangsung pada Senin, 26 September 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Sunan Kalijaga, Syaidurrahman Alhuzaify webinar tersebut digelar sebagai respons atas sulitnya bagi mahasiswa untuk mengakses informasi publik di UIN Sunan Kalijaga yang berkaitan dengan  akuntabilitas keuangan di perguruan tinggi.

”UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus negeri atau badan publik tidak memenuhi tanggung jawabnya dalam keterbukaan informasi,” kata Presma yang akrab dipanggil Al itu dalam sambutannya.

“Alih-alih mengajarkan pendidikan demokrasi, kampus justru menutup informasi publik. Hal itu terbukti dengan tidak dibukannya transparansi anggaran kampus yang berujung gugatan di Komisi Informasi Publik (KIP) RI oleh Senat Mahasiswa yang telah memasuki sidang kedua,” ungkapnya.

Akibat tidak diberikannya hak tersebut, Al menilai wajar jika publik menduga terjadi penyimpangan, dalam pengelolaan (dana) kampus. Apalagi di tengah tertutupnya informasi, UIN Sunan Kalijaga terus menaikkan biaya Uang Kuliah Tinggal (UKT) tiap tahun.

Baca Juga :  Lolos Didanai Belmawa, Srikandi Maheswari IKMK UNY Lakukan Pemberdayaan Perempuan

“Rektorat sering berkampanye tentang murahnya biaya UKT. Namun setelah kami cek, ternyata banyak mahasiswa yang menerima UKT golongan tinggi. Padahal secara ekonomi, tergolong orang kurang mampu (miskin),” tambahnya.

Dirinya pun mengaku, pihaknya telah sering meminta kepada Rektorat terkait indikator penentuan nominal UKT dan penggunaan anggaran kampus. Tetapi tidak pernah menerima laporan tersebut.

“Padahal keterbukaan informasi lembaga negara telah dijamin oleh undang-undang,” pungkasnya.

Gerakan Transparansi Kampus Banjir Dukungan

Menyikapi kasus yang terjadi di UIN Sunan Kalijaga, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda mengapresiasi langkah yang ditempuh DEMA dan SEMA UIN SUKA itu.

Dia mengafirmasi bahwa saat ini masih banyak terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan pendidikan di tataran kampus.

“Sejak tertangkapnya Rektor UNILA Lampung atas kasus korupsi, menjadi bukti bahwa masih banyak hal yang tidak beres dalam proses penyelenggaraan pendidikan, terlebih di tataran kampus,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam webinar tersebut.

Hal senada juga disampaikan Divisi Riset Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparan Anggaran (Seknas FITRA) Gurnadi Ridwan, ia mengatakan bahwa kampus sering menjadi ladang basah dalam pemungutan uang-uang yang tidak jelas.

Baca Juga :  Kedua Kalinya KEI Gelar UKW bagi Wartawan Sumenep

“Pemungutan anggaran yang tidak jelas dari pihak rektorat, biasanya menggunakan dalih-dalih uang penerimaan mahasiswa baru, uang penelitian, hingga proses penentuan dan penggunaan uang kuliah tunggal yang tidak tepat sasaran,” ujar Gunardi mencontohkan.

Ada pun Wakil Ketua KIP RI, Arya Sandhiyudha mendukung proses-proses yang dilakukan oleh SEMA maupun DEMA UIN Sunan Kalijaga dalam proses penyelenggaraan transparansi lembaga negara.

“Apa yang dilakukan oleh teman-teman mahasiswa ini adalah hal yang bagus. Teman-teman yang duduk di eksekutif mahasiswa dan senat mahasiswa telah menjadi mitra dari Komisi Informasi dalam menegakkan akuntabilitas dan transparansi anggaran maupun informasi di lembaga negara. Dalam hal ini, adalah kampus UIN Sunan Kalijaga,” tegasnya.

Sementara Dhanil Al-Ghifary dari LBH Jogja juga turut memberikan dukungan dalam proses pengawasan transparansi anggaran kampus. Ia berpesan agar mahasiswa tidak takut jika diintimidasi oleh pihak Rektorat.

“Saya dengar bahwa teman-teman mahasiswa belum lama ini diintimidasi, diancam DO (drop out), oleh pihak rektorat karena melakukan aksi demonstrasi. Temen-temen nggak usah takut. Jika mereka melakukan itu lagi, kita bisa gugat ke pengadilan. Rektor juga memungkinkan digugat di PTUN karena kampus termasuk lembaga tata usaha negara,” ucapnya.

Baca Juga :  Peduli Kesehatan Masyarakat, KKN INSTIKA Posko 65 Gelar Bekam Masal

Belum lama ini memang rektorat UIN Sunan Kalijaga memberikan surat panggilan kepada beberapa mahasiswa yang turut aktif dalam aksi demonstrasi. Mahasiswa-mahasiswa tersebut mengaku mendapat ancaman berupa DO (drop out) dari kampus.

Sebagai informasi, sejauh ini Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Sunan Kalijaga telah menggelar dua kali sidang Sengketa Informasi dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia.

Sidang tersebut menggugat pihak Rektorat UIN Sunan Kalijaga yang tidak transparan dan akuntabilitas dalam proses penyelenggaraan pendidikan.

Meski begitu, belum ada putusan resmi dari KIP RI. KIP RI bakal menggelar sidang ketiga yang secara langsung di laksanakan di UIN Sunan Kalijaga. Terkait tanggal pelaksanaan, hingga liputan ini ditulis KIP RI belum memberikan konfirmasi lebih lanjut.


Penulis: Wail Arifki

Editor: Farisi Aris

Berita Terkait

Bagi Kadisdik Agus Hardiknas Merupakan Momentum Tepat untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sumenep
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra Apresiasi Prestasi Hairullah Guru SDN Pangarangan 3 Pengarang Buku ‘Lagu Ini Untukmu’
Rawat Persatuan Pasca Putusan MK, DEMA UIN: Rekonsiliasi Rajut Tenun Kebangsaan
Dari Kampus Pesantren, Tim Teknik Sipil Universitas Annuqayah Raih Juara II Tender Competition 2024 Tingkat Nasional
Universitas Annuqayah Teken Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri
Ilmu Negara dan Pengertiannya
Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Memprakarsai Pengelolaan Sampah Secara Tepat
4 Catatan Khusus dari Pernyataan Sikap BEM Universitas Trunojoyo Madura Menyikapi Situasi Politik Hari ini

Berita Terkait

Kamis, 2 Mei 2024 - 15:03 WIB

Bagi Kadisdik Agus Hardiknas Merupakan Momentum Tepat untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Sumenep

Kamis, 2 Mei 2024 - 07:00 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra Apresiasi Prestasi Hairullah Guru SDN Pangarangan 3 Pengarang Buku ‘Lagu Ini Untukmu’

Selasa, 30 April 2024 - 09:37 WIB

Rawat Persatuan Pasca Putusan MK, DEMA UIN: Rekonsiliasi Rajut Tenun Kebangsaan

Sabtu, 27 April 2024 - 21:00 WIB

Dari Kampus Pesantren, Tim Teknik Sipil Universitas Annuqayah Raih Juara II Tender Competition 2024 Tingkat Nasional

Rabu, 24 April 2024 - 22:00 WIB

Universitas Annuqayah Teken Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri

Jumat, 8 Maret 2024 - 00:14 WIB

Ilmu Negara dan Pengertiannya

Sabtu, 2 Maret 2024 - 18:00 WIB

Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Memprakarsai Pengelolaan Sampah Secara Tepat

Sabtu, 10 Februari 2024 - 07:30 WIB

4 Catatan Khusus dari Pernyataan Sikap BEM Universitas Trunojoyo Madura Menyikapi Situasi Politik Hari ini

Berita Terbaru

Inspirasi

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Relevansinya di Masa Kini

Senin, 20 Mei 2024 - 06:00 WIB

Shinta Faradina Shelmi (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Mengutamakan Implementasi

Minggu, 19 Mei 2024 - 12:00 WIB

Khoirus Safi' (Foto: dokumen pribadi)

Opini

Kebodohan dan Ingin Diakui Tanpa Mengetahui

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:00 WIB