BANTUL, NOLESA.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan pelatihan menulis cerita rakyat bermuatan Pengetahuan Ekologi Tradisional atau Traditional Ecological Knowledge (TEK) bagi siswa madrasah tsanawiyah (MTs) se-Yogyakarta.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Literarium Library MTs Negeri 9 Bantul pada Jumat, 22 Mei 2026, lalu.
Pelatihan ini diikuti oleh 32 siswa dari berbagai Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan bertajuk “Pelatihan Menulis Cerita Rakyat Bermuatan Pengetahuan Ekologi Tradisional bagi Siswa MTs di Yogyakarta” ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat FBSB UNY yang bertujuan meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda.
Tim PkM FBSB UNY yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Dr. Else Liliani, S.S., M.Hum., Hadi Prasetyo, S.S., M.A., dan Haryanto, S.S., M.A. Melalui program ini, peserta diajak memahami pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan yang terkandung dalam pengetahuan lokal ke dalam karya sastra, khususnya cerita rakyat.
Ketua Tim PkM, Dr. Else Liliani, S.S., M.Hum., mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya perguruan tinggi untuk memperluas manfaat keilmuan kepada masyarakat, terutama bagi siswa sekolah menengah.
“Kami selaku dosen FBSB UNY berupaya tidak hanya memberikan pengalaman dan pengetahuan terkait menulis kepada mahasiswa, tetapi juga kepada masyarakat di luar lingkungan kampus, khususnya siswa MTs di Yogyakarta,” ujarnya.
Menurut Else, pelatihan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peserta dalam memahami pentingnya menjaga dan merawat pengetahuan ekologi melalui penulisan cerita rakyat. Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan semangat ekoteologi yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Agama.
“Semoga tema pelatihan ini mampu memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya merawat pengetahuan ekologi melalui penulisan cerita rakyat. Kegiatan ini juga diharapkan mendukung penguatan nilai-nilai ekoteologi,” tambahnya.
Kepala MTs Negeri 9 Bantul, Siti Solichah, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan menulis berbasis pengetahuan ekologi tradisional sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, terutama dalam menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan pelestarian kearifan lokal.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi para peserta, khususnya dalam menjaga dan menumbuhkan kesadaran tentang warisan pengetahuan ekologi yang dimiliki masyarakat,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan tiga materi utama. Hadi Prasetyo, S.S., M.A. menyampaikan materi pengantar tentang pengetahuan ekologi tradisional. Selanjutnya, Dr. Else Liliani memberikan materi mengenai teknik menulis cerita rakyat bermuatan pengetahuan ekologi tradisional. Sementara itu, Haryanto, S.S., M.A. membawakan materi penutup tentang teknik penyuntingan atau pengeditan cerita rakyat.
Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya dibekali keterampilan menulis kreatif, tetapi juga diajak mengenali, memahami, dan melestarikan kearifan lokal yang berkaitan dengan hubungan manusia dan lingkungan. Integrasi antara sastra, budaya lokal, dan pendidikan lingkungan diharapkan mampu melahirkan karya-karya cerita rakyat yang kreatif sekaligus menjadi media pelestarian pengetahuan ekologi tradisional.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata FBSB UNY dalam mendukung peningkatan literasi sastra, penguatan karakter peduli lingkungan, serta pelestarian warisan budaya dan pengetahuan lokal di kalangan generasi muda. (*)
Penulis : Wail Arrifqi









