Lentera Kalbu
Dalam ratap sendu aku menengadah
melangitkan namamu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
dalam bunga-bunga do’a
Guru
dalam pelita yang pekat,
aku melihat sepercik cahaya dalam embun yang berdebu
mengalun bersama angin menyanyikan namamu
ketika aku buta dari setiap noda romansa
namamu menjadi lentera bagi kalbu
Guru
apa yang harus kubalaskan atas jasamu
wahai pahlawan tanpa tanda jasa
hanya terima kasih yang dapat kuhaturkan
lewat kenangan dan perpisahan
Senja di Ujung Tombak
Guru
Masa kami telah usai ditelan waktu
hanya serpihan tawa dan tangis
mengiringi jejak pulang kami
semua telah sirna namun kepedihan,
rindu, akan selalu menghantui kami
Guru
seutas senyum yang terbit pada engkau
akan gugur dalam air mata kami
percikan api yang kau nyalakan
akan menjadi penunjuk pulang bagi kami
dari setiap hiruk piuk kehidupan yang bising
Guru
senja telah di ujung tombak
pertanda kami harus pulang untuk pergi
terima kasih guru, kami akan pergi
semoga kita jumpa kembali
Sumenep, 10 Feb. 2026
*)Mahasiswa Prodi PBSI, UPI Sumenep









