Dalam Temu Nasional, PKB Dorong Gerakan Pesantren Ramah Anak dan Bebas Kekerasan Seksual

Redaksi Nolesa

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PKB Gus Muhaimin sambutan dan membuka Temu Nasional Pondok Pesantren di Jakarta, Senin, 18/5/2026 (Foto: Istimewa)

Ketua Umum PKB Gus Muhaimin sambutan dan membuka Temu Nasional Pondok Pesantren di Jakarta, Senin, 18/5/2026 (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Maraknya kasus kekerasan seksual yang menyeret nama lembaga pendidikan pesantren mendapat perhatian serius dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin).

Gus Muhaimin menegaskan seluruh pihak harus bergerak bersama untuk menghentikan praktik kekerasan seksual serta menjaga marwah pesantren sebagai tempat pendidikan moral dan keagamaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Muhaimin saat menghadiri sekaligus membuka Temu Nasional Pondok Pesantren yang diikuti lebih dari 250 pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jakarta, Senin kemarin, 18 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Gus Muhaimin yang juga Menko Bida Pemberdayaan Masyarakat itu menyampaikan keprihatinannya atas munculnya sejumlah kasus kekerasan seksual yang menyeret nama pesantren.

Baca Juga :  Minta MK Wajibkan Pejabat Negara Cuti saat Kampanye, Dua Pemuda Sumenep Optimistis Permohonannya Dikabulkan

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melukai korban, tetapi juga mencoreng nama baik pesantren yang selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan berbasis moral dan keagamaan.

“Saya sangat prihatin, bersedih, dan tidak diam. Segelintir pesantren mencemarkan nama baik pesantren-pesantren lain yang tidak pernah punya rekam jejak negatif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual tidak dapat lagi dianggap sebagai representasi kiai maupun pesantren karena telah keluar dari nilai-nilai moral dan keadaban yang selama ini dijunjung di lingkungan pendidikan pesantren.

Baca Juga :  Jelang Perayaan Nataru Kemenag Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes dan Jaga Kerukunan Beragama

“Kasus-kasus terakhir, siapa pun dia, sudah keluar dari keadaban pesantren. Yang saya sebut bukan kiai, bukan pesantren,” tegasnya.

Menurut Gus Muhaimin, Partai Kebangkitan Bangsa tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. PKB, kata dia, akan terus mendorong upaya pencegahan dan penguatan sistem pendidikan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memberikan pendidikan mengenai hak tubuh dan perlindungan diri kepada anak-anak sejak usia dini. Ia menyebut pemahaman terkait hak tubuh perlu diperkenalkan agar peserta didik memahami batasan terhadap tubuh mereka serta mampu mengenali tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.

Baca Juga :  Cak Fauzi Galang Dukungan untuk Reaktivasi Rel Kereta Api Madura

“Di beberapa negara, sejak TK sudah diajari hak-hak tubuh yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun,” katanya.

Karena itu, ia meminta kepala daerah di seluruh Indonesia untuk melibatkan lembaga pendidikan dalam program edukasi mengenai perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual.

Gus Muhaimin juga mengapresiasi gerakan yang dilakukan Perempuan Bangsa dalam mengampanyekan pesantren ramah anak dan bebas kekerasan seksual. Menurutnya, gerakan tersebut penting untuk menjaga marwah pesantren dan nilai luhur pendidikan keagamaan. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak
Preiden Prabowo Optimistis 30 Ribu KDKMP Rampung Tahun Ini
Cegah Kekerasan Seksual, PKB Bakal Gelar Temu Nasional Pesantren
Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol
Terinspirasi dari Gus Miek, Gus Thuba Dirikan ”Yakuza Manages”
Dituntut 18 Tahun Penjara, Nadiem: Saya Tidak Menyesal
Ketum Perempuan Bangsa Minta Pelaku Kekerasan Seksual di Pati Tak Diberi Ampun
KPK Rilis LHKPN Terbaru Presiden Prabowo, Total Kekayaan Capai Rp 2,06 Triliun

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:28 WIB

Dalam Temu Nasional, PKB Dorong Gerakan Pesantren Ramah Anak dan Bebas Kekerasan Seksual

Senin, 18 Mei 2026 - 16:34 WIB

Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:42 WIB

Cegah Kekerasan Seksual, PKB Bakal Gelar Temu Nasional Pesantren

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:56 WIB

Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:57 WIB

Terinspirasi dari Gus Miek, Gus Thuba Dirikan ”Yakuza Manages”

Berita Terbaru

DPP PKB menggelar Refleksi Waisak Nasional 2570 BE/2026 M di Klenteng Boen Tek Bio, Kota Tangerang, Minggu kemarin, 17/5/2026 (Foto: Istimewa)

Nasional

Jaga Warisan Gus Dur, PKB Gelar Refleksi Waisak

Senin, 18 Mei 2026 - 16:34 WIB

(for NOLESA.COM)

Opini

Pelantikan PCNU Sumenep 2026: Sebuah Catatan Sederhana

Senin, 18 Mei 2026 - 13:31 WIB

(for NOLESA.COM)

Esai

Taruhan Masa Depan: Remaja Terikat Judi Online

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:45 WIB

Wakil Kepala Bidang Perekonomian DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi (Foto : Itimewa)

Politik

PDIP Bangkalan Panaskan Mesin Politik, 18 PAC Resmi Dilantik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:25 WIB