BANGKALAN, NOLESA.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur resmi melantik 18 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kabupaten Bangkalan. Pelantikan ini digelar secara serentak di Gedung Serbaguna Ratoh Ebuh, Bangkalan, Sabtu, 16 Mei 2026.
Pelantikan PAC PDIP se-Kabupaten Bangkalan ini menjadi bagian dari upaya penguatan struktur organisasi partai hingga tingkat akar rumput sekaligus konsolidasi menghadapi agenda politik dan pembangunan daerah ke depan.
Wakil Kepala Bidang Perekonomian DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi, meminta seluruh pengurus PAC yang baru dilantik segera memperkuat struktur organisasi di tingkat desa dan lingkungan masyarakat.
Menurutnya, pembentukan pengurus ranting di setiap desa serta anak ranting di tingkat Rukun Warga (RW) menjadi langkah penting untuk menjaga soliditas dan kekuatan partai di tengah masyarakat.
“Setelah dilantik, segera bentuk pengurus ranting di tiap desa dan anak ranting di tiap RW sebagai jaminan kekuatan kita,” ujar Daniel.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan di internal partai agar seluruh kader mampu menjalankan peran masing-masing secara maksimal.
Dengan demikian, nilai perjuangan partai tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita harus membangun kebersamaan. Harus sama-sama kuat di posisi masing-masing sehingga idealisme kita bukan hanya slogan, tetapi nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan kepengurusan baru kali ini memberi ruang sedikitnya 30 persen bagi kalangan muda sebagai bagian dari proses regenerasi menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, karakter partai di Bangkalan selama ini dibangun dari kekuatan masyarakat kecil dan akar rumput yang harus terus dipertahankan.
“Karakteristik Bangkalan memang berlatar belakang masyarakat kecil dan berbasis kerakyatan. Itu harus tetap dipertahankan,” ujarnya.
Lukman yang juga menjabat sebagai Bupati Bangkalan mengingatkan seluruh pengurus PAC agar tetap hadir di tengah masyarakat dan menjadi penghubung antara pemerintah dengan warga, khususnya kelompok masyarakat kecil.
Ia menilai para pengurus PAC memiliki peran penting sebagai “kaki, mata, dan telinga” partai untuk membantu mempercepat pelayanan pemerintah kepada masyarakat bawah.
“Pengurus PAC harus menjadi penghubung bagi wong cilik agar akses pelayanan pemerintah bisa lebih cepat dan tepat,” tuturnya. (*)









