JAKARTA, NOLESA.COM – Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Gus Muhaimin mengingatkan seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), terutama yang menjabat sebagai kepala daerah, untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan.
Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan bertajuk Sinergitas Percepatan Pencapaian Program Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 yang dihadiri para kepala daerah dari PKB se-Indonesia di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 2 April 2026.
Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin menekankan pentingnya standar kepemimpinan yang jelas dan terukur bagi setiap kepala daerah. Menurutnya, jabatan yang diemban tidak hanya sekadar formalitas, tetapi harus mampu menjadi contoh nyata bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin daerah harus mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, kepercayaan yang diberikan masyarakat tidak disia-siakan dan justru menjadi landasan untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar para kepala daerah tidak terjebak dalam rutinitas birokrasi semata. Gus Muhaimin mendorong lahirnya berbagai terobosan yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Kebijakan yang dihasilkan, menurutnya, harus benar-benar berdampak langsung dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat.
“Jangan hanya puas dengan rutinitas birokrasi. Kepala daerah harus berani membuat terobosan, menghadirkan solusi konkret, dan memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” kata Gus Muhaimin.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter pemimpin yang tidak hanya efektif, tetapi juga mampu menjadi panutan bagi generasi berikutnya.
Gus Muhaimin berharap kepala daerah dari PKB dapat tampil sebagai sosok pemimpin yang bersih, inspiratif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Ia menilai keberhasilan seorang kepala daerah tidak hanya diukur dari jabatan yang dipegang, melainkan dari kinerja, keberpihakan, serta kemampuannya menjaga kepercayaan publik.
Di akhir arahannya, ia mengajak seluruh kader untuk menjadi figur teladan yang layak dicontoh oleh generasi mendatang. Ia menekankan bahwa setiap langkah dan kebijakan yang diambil hari ini harus mampu menjadi warisan positif yang membanggakan di masa depan. (*)
Penulis : Arif










