Connect with us

Nasional

Jelang Perayaan Nataru Kemenag Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes dan Jaga Kerukunan Beragama

Redaksi Nolesa

Published

on

Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kemenag

Jakarta, nolesa.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kementerian Agama (Kemenag) meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Kamarudin Amin, Direktur Jenderal Bimbingan Islam Kemenag mengatakan, Nataru tahun ini masih akan dijalani dalam suasana pandemi, oleh karena itu pihaknya mengajak agar aktivitas masyarakat dalam menyambut Nataru harus tetap menaati prokes sebagaimana telah diatur oleh pemerintah.

Baca Juga :  Hasto Ungkap Alasan Senapati Nusantara Perjuangkan 25 November sebagai Hari Keris Nasional

“Prokes ini adalah sebagai ikhtiar bersama agar kita semua senantiasa sehat dan selamat di tengah pandemi yang belum selesai ini. Untuk itu, meski kita bolehkan melaksanakan aktivitas dan berbagai macam kegiatan, namun mari terus menjaga antarsesama, ” ujar Kamarudin sebagaimana dikutip kemenag.go.id pada Senin (13/12/2021).

Selain itu, Kamarudin juga meminta masyarakat untuk saling menghargai dan menjaga kerukunan dengan cara menghormati perayaan Natal yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh umat Kristiani. Pihaknya berharap semuanya berjalan dengan aman dan khidmat tanpa konflik keagamaan seperti yang sering terjadi selama ini.

Baca Juga :  Kala AHY Doakan Pasangan Anies-Muhaimin: Semoga Sukses

“Mari kita menghormati umat Kristiani yang merayakan Natal sebagaimana umat Kristiani menghormati yang tak merayakan Natal. Jika masyarakat saling menghormati maka semua akan mendapatkan kehormatan, tanpa merasa ada yang terhinakan,” pinta Kamarudin.

Baca Juga :  Menko Muhadjir Singgung Soal Komitmen dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Bagi Anak

Menururtnya, sikap saling menghargai sesama dalam perbedaan adalah wujud dari substansi agama itu sendiri. Sebab itu, pada kesempatan ini, ia juga mengajak para tokoh agama agar saling menjunjung tinggi rasa persaudaraan meski hidup dalam kenyataan dan keyakinan yang berbeda.

Penulis: Aris

Editor: Dimas

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending