Karl Marx untuk Pemula

Ahmad Farisi

Kamis, 7 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalr Marx via commons.wikimedia.org

Kalr Marx via commons.wikimedia.org

Marx, yang bernama lengkap Karl Heinrich Marx, tentu bukan barang baru dalam diskusi-diskusi tematik filsafat, politik, dan masalah-masalah ekonomi-sosial lainnya. Fragmen-fragmen pemikirannya menjadi rujukan sekaligus bahan diskusi di sana sini. Das Kapital adalah buku teragung yang pernah ditulisnya. Bahkan, tidaklah berlebihan jika Das Kapital disebut-sebut sebagai Magnum Opus Karl Marx.

Pemikiran-pemikirannya terbentang begitu luas. Bertumpuk-tumpuk buku pun terlahir sebagai buku-buku yang mengkaji sekaligus mengaji ide-ide dan gagasan-gagasannya yang revolusioner dan argumentatif. Sebut saja, misalnya, dari bertumpuk-tumpuk buku itu, ada Konsep Manusia Menurut Marx (Erich Fromm, 2001); Muhammad Saw & Karl Marx Tentang Masyarakat Tanpa Kelas (Munir Che Anam, 2008); Marxisme dan Problem Ilmu Bahasa (J.V. Stalin, 2018); Marx dan Freud (Reuben Osborn, 2020); dll.

Karl Marx: Sebuah Pengantar Singkat, juga adalah buku tematik Karl Marx yang ditulis oleh Peter Singer. Berbeda dengan buku tematik Karl Marx pada umumnya, buku ini tidak semata-mata melompat ke pemikiran-pemikiran Marx yang menyamudera. Dengan jumlah halaman yang cukup tipis, 160 halaman, buku Peter ini  akan mengantarkan setiap pembacanya untuk memahami Marx dari dasar; dari kehidupan keluarga Marx; dari Marx muda yang suka menulis puisi untuk pacarnya, Jenny von Westphalen, hingga perjalanannya intelektual Marx yang sempat morat-marit, suka mabuk-mabukan dan akhirnya dipenjara.

Atas ulah Marx yang seperti itu, dari yang dulunya menapaki jalan intelektual di Universitas Bonn, oleh ayahnya ia dipindahkan ke Universitas Berlin. Di Berlin, karier intelektual Marx mulai naik daun, dan studinya bergeser dari hukum ke filsafat. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, ayah Marx wafat. Atas hal itu, Marx pun menyelesaikan tesis doktorolnya tentang perbedaan antara filsafat Demokritos dan filsafat Epikuros. Dengan harapan Marx bisa segera bisa menjadi dosen karena, semenjak kepergian ayahnya, Marx sadar bahwa keluarganya tidak akan bisa terus-terusan membiayainya.

Tesis selesai. Lalu diserahkan dan disetujui pada tahun 1841, namun tidak ada tawaran dan lowongan bagi Marx untuk menjadi dosen. Akhirnya, Marx menekuni jurnalisme. Dia menulis tentang persoalan sosial, politik, dan problem filsafat untuk sebuah koran liberal yang baru saja didirikan, yakni Rheinische Zeitung. Berkat tulisan-tulisanya itu, dan kedekatannya yang semakin erat dengan pihak koran, pada tahun 1842, saat editor lama koran itu mengundurkan diri, Marx pun diangkat menjadi editor (Peter Singer, 2021).

Baca Juga :  Dicintai Karena Gemar Memberi

Semakin hari koran itu kian moncer. Dianggap penting, dan pemerintah Prussia pun menyensor koran itu. beberapa artikel yang ditulis Marx, tentang kemiskinan para petani anggur di lembah Moselle dianggap sangat menghina. Akhirnya pemerintah pun memutuskan untuk membubarkan koran itu. ujian. Karir Marx kembali tersendat. Namun, Marx tak pernah mengenal kata menyerah dan terlambat. Sejak koran tempatnya bekerja itu dibubarkan, Marx pun mulai menulis sebuah kritik atas filsafat Hegel.

Tahun 1884, dia mempublikasikannya  dalam Jahrbucher, denagn sebuah artikel yang berjudul “Menuju sebuah Kritik atas Filsafat Hak Hegel: Pengantar”. Kritik yang dipengatari oleh artikel itu pun tidak pernah selesai. Tetapi, menurut Peter Singer, bersama dengan tulisan yang berjudul “Tentang Persoalan Yahudi” maka artikel pengantar itu pun menjadi satu tonggak dalam perjalanan menuju Marxisme. Dalam artikel itu, pertama kalinya Marx memberikan kepada kelas pekerja sebuah peran penentu dalam penebusan keseluruhan manusia di masa depan (Peter Singer, 2021: 47). Dan itulah Marxisme pertama.

Baca Juga :  Kesaksian Kiai Masykur Komandan Pasukan Sabilillah Perihal Sumbangsih Umat Islam terhadap Kelahiran Pancasila

Kemudian, dengan memberikan peran sentaral bagi kedudukan dan kelas proletar itu, maka tulisan “Pengantar” itu pun, menurut Peter, memperlihatkan sebuah proses dua arah: Marx menjahit konsepsinya tentang kaum proletar sedemikian rupa sehingga cocok dengan filsafatnya, dan dia juga menenun filsafatnya agar cocok dengan semangat yang baru ditemukannya pada kelas pekerja dan ide-ide revolusioner kelas pekerja. Selanjutnya, Marx menggunakan pengetahuan itu sebagai pijakan sebuah pandangan dunia yang baru dan sistematis.

Marx pun mulai mengerjakan studi kritis ilmu ekonomi pada 1884. Studi itu berpuncak pada lahirnya buku teragung dan terfenomenal yang ditulis oleh Marx, yakni Das Kapital. Das Kapital jilid pertama diterbitkan pada tahun 1867, dan dua jilid selanjutnya diterbitkan pasca meninggalnya Karl Marx. Selain itu, ada pula Ecomomic and Philosophical Manuscripts 1884, yang oleh Marx ditulis di Paris. Buku itu adalah versi pertama  sebuah proyek yang digarapnya hingga akhir hidupnya, dalam satu bentuk atau bentuk lain.

Berita Terkait

Srikandi DPRD Sumenep Bicara Hari Kartini, Berharap Lebih dari Sekedar Peringatan
Mengenal Lebih Dekat Jayus Salam, Sosok yang Digadang-gadang Maju pada Pilkada Bangkalan
Memberikan Kesempatan bagi yang Muda untuk Mengabdikan Diri kepada Rakyat
20 Tahun Perjalanan Dokter Ellya Fardasah yang Ditugas Bupati Fauzi Atasi Stunting dan TBC di Sumenep
Raih 3.254 Suara, Munazar, M.Psi Dipastikan Dapat Kursi DPRD Kota Yogyakarta
Dengan Semangat Entrepreneur, Akhmad Ma’ruf Ingin Membangun Kekuatan Ekonomi Madura
Indra Wahyudi Dinilai Cukup Bekal Maju di Pilkada Sumenep 2024, Begini Responnya
Ji Indra Representasi Milenial yang Menguasai Panggung Politik Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 21 April 2024 - 09:30 WIB

Srikandi DPRD Sumenep Bicara Hari Kartini, Berharap Lebih dari Sekedar Peringatan

Senin, 1 April 2024 - 03:51 WIB

Mengenal Lebih Dekat Jayus Salam, Sosok yang Digadang-gadang Maju pada Pilkada Bangkalan

Senin, 1 April 2024 - 01:39 WIB

Memberikan Kesempatan bagi yang Muda untuk Mengabdikan Diri kepada Rakyat

Kamis, 28 Maret 2024 - 12:52 WIB

20 Tahun Perjalanan Dokter Ellya Fardasah yang Ditugas Bupati Fauzi Atasi Stunting dan TBC di Sumenep

Rabu, 13 Maret 2024 - 15:47 WIB

Raih 3.254 Suara, Munazar, M.Psi Dipastikan Dapat Kursi DPRD Kota Yogyakarta

Kamis, 8 Februari 2024 - 19:00 WIB

Dengan Semangat Entrepreneur, Akhmad Ma’ruf Ingin Membangun Kekuatan Ekonomi Madura

Selasa, 6 Februari 2024 - 19:00 WIB

Indra Wahyudi Dinilai Cukup Bekal Maju di Pilkada Sumenep 2024, Begini Responnya

Senin, 5 Februari 2024 - 13:01 WIB

Ji Indra Representasi Milenial yang Menguasai Panggung Politik Sumenep

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Tangguh

Sabtu, 20 Apr 2024 - 15:09 WIB