SUMENEP, NOLESA.COM – Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Dr. H. M. Asy’ari Muthhar, mendorong pelestarian cagar budaya dibarengi pewarisan nilai sejarah kepada generasi muda.
Menurutnya, pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya menjaga bangunan dan situs bersejarah, tetapi juga harus menghadirkan pemahaman tentang nilai dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
“Yang penting bagaimana nilai yang terkandung di dalamnya bisa dijadikan pelajaran penting oleh generasi Sumenep. Sehingga cagar budaya itu tidak nirmakna,” kata Asy’ari, Senin, 11 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Politisi PPP itu menilai cagar budaya merupakan bagian dari identitas daerah sekaligus warisan leluhur yang perlu dijaga bersama.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada inventarisasi dan perlindungan objek cagar budaya, melainkan juga edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Ada kearifan lokal yang perlu dipahami sebagai warisan leluhur,” ujarnya.
Asy’ari juga memastikan DPRD akan mengawasi pelaksanaan program pelestarian cagar budaya, termasuk efektivitas dan penggunaan anggarannya.
“Tentu agenda itu akan diawasi, seperti efektivitasnya, dampaknya, penganggarannya, dan lain-lain,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat penting agar pelestarian cagar budaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
“Pengawasan itu juga perlu dilakukan bersama-sama dengan masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya sebagai bagian dari identitas daerah dan warisan sejarah.
Komitmen itu disampaikan saat pelantikan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa, 5 Mei 2026. (*)
Penulis : Rusydiyono









