SUMENEP, NOLESA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep mendorong peningkatan layanan listrik di wilayah Kepulauan Sapeken yang hingga kini masih terbatas.
Dorongan itu muncul setelah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Sapeken menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua DPRD Sumenep, H. Dulsiam, dalam audiensi di kantor DPRD, Senin, 20 April 2026.
H. Dulsiam mengatakan, kondisi geografis Sapeken yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan utama dalam pemerataan distribusi listrik. Bahkan, dalam satu desa bisa terdiri dari beberapa pulau yang belum seluruhnya terjangkau jaringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, pasokan listrik dari PLN melalui Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) baru tersedia di pulau utama Sapeken dan Pulau Sepanjang. Di pusat kecamatan, listrik sudah menyala 24 jam, sementara di Pulau Sepanjang hanya sekitar 12 jam per hari.
“Di pusat kecamatan sudah 24 jam, tetapi di Pulau Sepanjang hanya dari sore hingga pagi hari. Sementara pulau lainnya masih sangat terbatas,” ujar Dul Siam.
Ia mengungkapkan, sebagian besar pulau kecil masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan durasi nyala hanya dua hingga tiga jam per hari. Akibatnya, lebih dari sepuluh pulau masih mengalami keterbatasan penerangan.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga akses informasi dan komunikasi.
“Kami menerima aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan layanan listrik, bahkan berharap ada penambahan pembangkit agar bisa menyala lebih lama,” katanya.
DPRD Sumenep, lanjutnya, akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, termasuk PLN, guna mencari solusi konkret.
“Kami akan terus mendorong agar kebutuhan listrik masyarakat kepulauan bisa terpenuhi secara lebih layak,” tegasnya. (*)
Penulis : Rusydiyono










