Bappeda Sumenep Gelar Asistensi Teknis Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik Bersama USAID ERAT

Redaksi Nolesa

Senin, 15 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, NOLESA.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur termasuk salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menjadi mitra Program USAID Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif, Efisien dan Kuat (USAID ERAT).

USAID ERAT sendiri merupakan program bantuan teknis dari United States Agency for International Development (USAID).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Yayak Nurwahyudi melalui Kabid Penelitian dan Pengembangan, Helmi mengungkapkan tujuan USAID ERAT untuk memperbaiki implementasi kebijakan dan pelayanan publik, untuk peningkatan taraf hidup warga negara Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Guna mencapai tujuan itu, USAID ERAT mendukung Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota, memperkuat koherensi kebijakan dan implementasinya, serta perencanaan dan realisasi anggaran untuk memperbaiki layanan publik.

Seperti halnya Asistensi Teknis Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan di Hotel De Bagraf selama dua hari dari Senin sampai Selasa 15-16 Mei 2023.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Buka Seluas-luasnya Aspirasi Pembangunan dari Masyarakat

Karena itu, Kabid Helmi menyampaikan terima kasih kepada USAID ERAT yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut berkerja sama dengan Bagian Organisasi Setdakab Sumenep dan Bappeda serta sejumlah OPD terkait.

Sebab, diakui di beberapa OPD di Kabupaten Sumenep sudah banyak melakukan inovasi. Namun, selama ini masih banyak yang belum dirawat, sehingga belum menjadi inovasi unggulan. Padahal kalau dirawat akan menjadi potensi luar biasa.

“Kalau kita berkaca pada 2020, Sumenep menjadi salah satu Kabupaten inovatif di Indonesia yang masuk di 10 besar. Tentunya ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujar Helmi di sela-sela Asistensi Teknis Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik di Bagharaf.

Menurutnya, prestasi inovasi ini tentunya bukan hanya sekadar kebanggaan, namun karena waktu itu dilakukan dengan telaten dan bagaimana mengakomodir kemudian merawatnya. Karenanya, ini juga dalam rangka membina dan memastikan bahwa inovasi yang dilakukan, tidak hanya sebagai inovasi secara administratif, namun juga berjalan dan berkelanjutan serta secara manfaat benar-benar dirasakan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi dengan Kemenpora, Bupati Sumenep Asah Kemampuan Pelajar Lewat FOP

Diakui jika hanya ada dokumennya tanpa adanya program yang berkelanjutan, tentunya inovasinya tidak akan ada manfaatnya untuk kemajuan Kabupaten Sumenep. Jadi, secara administratif jalan dan secara manfaat benar-benar bermanfaat dan terus berkelanjutan.

Kali ini, pendampingan yang dilakukan bersama USAID ERAT fokusnya kepada tiga program inovasi, yakni inovasi tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan sanitasi. Jadi tidak semua OPD yang dilakukan, namun hanya fokus pada tiga program tersebut sekitar 12 OPD dan 10 Puskesmas di Kabupaten Sumenep yang inovasinya lumayan berjalan dan tetap komitmen menjalankan programnya.

“Seperti halnya inovasi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), memberikan kenyamanan kepada masyarakat dengan berinovasi ada program jemput bola yang luar biasa sederhana, tapi manfaatnya luar biasa. Pelayanan sederhana turun langsung ke desa-desa, hingga saat ini hampir 100 persen warga memiliki data kependudukan,” paparnya.

Baca Juga :  Cara Bupati Fauzi Dorong Pelaku Usaha Kepulauan

Dikatakan pula, jika kegiatan ini salah satunya bertujuan memahami pentingnya inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik, bagaimana memulai mengembangkan dan mereplikasi inovasi pelayanan publik yang ada guna mendapatkan ide dan input dari fasilitator untuk mengembangkan embrio inovasi yang ada.

Selain itu, mampu mengembangkan inovasi yang ada secara optimal untuk berkontribusi terhadap penyelesaian permasalahan yang ada, serta menyusun dokumen inovasi yang lebih sistematis dan komprehensif.

“Selanjutnya keluaran dari kegiatan ini adalah bagaimana peserta memiliki ide pengembangan inovasi yang ditujukan untuk menyelesaikan permasalahan, memperbaiki kualitas layanan, mampu mereplikasi inovasi yang telah berhasil,” terangnya.

Selanjutnya dengan tersusunnya dokumentasi inovasi yang lebih sistematis dan komprehensif, sehingga mudah untuk dipelajari/direplikasi oleh daerah lain. Selanjutnya Bagian Organisasi memiliki kapasitas, untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap inovasi yang dibuat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Penulis : Rusydiyono

Berita Terkait

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ketua Dewan Pers Ajak Utamakan Berita Berkualitas
Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD
Arinna Premium Hijab Buktikan Kualitas Brand Lokal di Ajang Sedasa Summit
May Day 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmennya untuk Buruh
HAKIN 2026, KI Sumenep Dorong Akses Informasi Publik yang Transparan
Kemenpora Buka Program TPON, Berikut Syaratnya
Putri Ramadani Terpilih sebagai Ketua IPPNU Sumenep, Berikut Targetnya
Legislator PKB Soroti Kasus TBC di Banyuwangi, Inilah 4 Catatannya

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:53 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, Ketua Dewan Pers Ajak Utamakan Berita Berkualitas

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:29 WIB

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:12 WIB

Arinna Premium Hijab Buktikan Kualitas Brand Lokal di Ajang Sedasa Summit

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:39 WIB

May Day 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmennya untuk Buruh

Kamis, 30 April 2026 - 14:47 WIB

HAKIN 2026, KI Sumenep Dorong Akses Informasi Publik yang Transparan

Berita Terbaru

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD (Foto: Istimewa)

Politik

Pemilu Mendatang, PDIP Sumenep Target 15 Kursi di DPRD

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:29 WIB