BANGKALAN, NOLESA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menorehkan prestasi positif di bidang pertanian. Pada tahun 2025, produksi beras daerah ini dipastikan melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga menciptakan surplus yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga lebih dari satu tahun ke depan.
Kabar menggembirakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, saat mengikuti Zoom Meeting Pengumuman Swasembada Pangan dan Panen Raya Nasional yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Rabu kemarin, 7 Januari 2026.
Kegiatan ini digelar di Aula Rapat Pendopo Agung Bangkalan dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, serta perwakilan kelompok tani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Lukman menjelaskan, total produksi beras Kabupaten Bangkalan pada 2025 mencapai 205.477 ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras masyarakat hanya sekitar 96.864 ton per tahun.
Dengan perhitungan tersebut, Bangkalan mengalami surplus sebanyak 108.612 ton, atau setara dengan ketersediaan pangan selama 13 bulan.
“Capaian ini menegaskan bahwa kondisi ketahanan pangan Bangkalan sangat aman dan terkendali,” ujar Bupati Lukman.
Ia juga menambahkan bahwa produktivitas sektor pertanian, khususnya padi, terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada 2024 lalu, luas lahan panen tercatat sebesar 49.800 hektare dengan total produksi 163.762 ton, menghasilkan surplus 66.928 ton atau mencukupi kebutuhan selama delapan bulan. Memasuki 2025, luas panen meningkat signifikan menjadi 65.858 hektare dengan produksi mencapai 205.477 ton.
Menurut Bupati Lukman, peningkatan tersebut merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, sejalan dengan upaya mendukung program pangan nasional.
Ke depan, Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan ini menegaskan Pemkab Bangkalan berencana terus menggenjot modernisasi pertanian sekaligus mengembangkan sektor hilirisasi guna meningkatkan nilai ekonomi hasil panen dan kesejahteraan petani.
“Kami tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menargetkan pengembangan industri penggilingan padi di Bangkalan agar mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri,” tegasnya.
Dengan adanya penggilingan padi lokal, ia berharap hasil panen petani dapat terserap maksimal serta mampu menyediakan beras lokal bagi masyarakat Bangkalan, termasuk untuk mendukung kebutuhan dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan di daerah tersebut. (*)
Penulis : Robet










