10 Organisasi Wartawan Sumenep Kompak Respons Rilis KEI

Redaksi Nolesa

Kamis, 3 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua 10 organisasi wartawan Sumenep

Ketua 10 organisasi wartawan Sumenep

SUMENEP, NOLESA.COM – Sebanyak 10 organisasi wartawan melayangkan kritik atas rilis pers SKK Migas – Kangean Energy Indonesia (KEI).

Mereka keberatan atas pernyataan KEI yang menyebut media lokal menjadi provokator dari gelombang penolakan warga setempat atas kegiatan eksplorasinya.

Menurut mereka, KEI telah merendahkan integritas profesi jurnalistik, yang notabene memiliki fungsi kontrol sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PWI Sumenep, M. Syamsul Arifin, mengatakan, rilis pers KEI secara tidak langsung telah mencederai etika komunikasi publik.

“Pernyataan resmi PT KEI itu tidak hanya menyesatkan, tapi juga menambah keruh suasana. Kami jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan verifikasi. Bukan menyebar fitnah, apalagi memprovokasi. Tuduhan itu tidak bisa diterima,” tegas Syamsul, Rabu kemarin, 2 Juli 2025

Baca Juga :  PKB Sumenep Siap Menuju Muktamar di Bali, Siang Koordinasi dengan Polisi, Malamnya Istigasah

Padahal, lanjut Syamsul, jika keberatan atas pemberitaan media, pihak KEI bisa melayangkan hak jawab, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers.

“Kalau ada yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, ada mekanisme hak jawab. Bukan malah menyerang secara sepihak melalui rilis yang isinya justru tendensius,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya mendorong agar KEI lebih bijaksana dalam menyikapi dinamika sosial di lapangan.

“Sangat disayangkan, perusahaan sebesar KEI malah mengeluarkan pernyataan yang tidak berdasar. Ini jelas melecehkan profesi wartawan. Kami meminta klarifikasi terbuka,” tukasnya.

Senada, Ketua JMSI Sumenep, Supanji, bahkan menilai komunikasi publik KEI cenderung arogan.

“Alih-alih meredakan situasi, mereka justru memperuncing dengan menyebut media sebagai provokator dan penyebar fitnah. Ini bentuk komunikasi yang buruk dari perusahaan yang seharusnya membangun dialog, bukan menyalahkan pihak lain,” paparnya.

Baca Juga :  Bakti Pada Negeri, RSUD Sumenep Layani Operasi Celah Bibir dan Lelangit Gratis

Ia bahkan meminta KEI segera menarik pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka kepada insan pers.

“Kami minta rilis itu ditarik dan disampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers di Sumenep. Ini bukan soal media mana, tapi soal harga diri profesi,” tegasnya.

Kritik serupa datang dari Ketua DPC PWRI Sumenep, Rusydiyono. Ia menyebut, pihak KEI telah gagal dalam menjalankan komunikasi publik yang baik.

Maka dari itu, Yono, sapaan akrabnya, meminta SKK Migas turut bertanggung jawab atas tindakan KEI.

“Kami bekerja bukan untuk perusahaan atau penguasa, tapi untuk masyarakat. Jika ada pernyataan yang menyudutkan, kami siap menempuh jalur hukum jika diperlukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tahun ini Tim Gabungan Berhasil Sita Puluhan Merek Rokok Ilegal

Ia juga menekankan, pihak KEI perlu melakukan evaluasi internal guna memperbaiki pola komunikasi di hadapan publik.

“Seharusnya mereka introspeksi, bukan menyalahkan media. Kami siap mengawal isu ini sampai tuntas,” tandasnya.

Atas dasar itu, seluruh asosiasi wartawan di Sumenep sepakat akan mensomasi manajemen KEI jika enggan mengklarifikasi atau meminta maaf atas pernyataan arogannya.

Diketahui, 10 organisasi wartawan yang melayangkan protes adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), Ikatan Wartawan Online (IWO), Asosiasi Media Online Sumenep (AMOS), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), Media Independen Online (MIO), dan Aliansi Jurnalis Sumekar (AJS). (*)

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media
Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah
Pemkab Sumenep Launching Logo Hari Jadi ke-758
Polres Sumenep Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi kepada Pemulung
Wakil Bupati Sumenep Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Giligenting
DPRD Trenggalek Perjuangkan PPPK Tak Terdampak Pembatasan Belanja Pegawai

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:48 WIB

Tingkatkan Literasi Siswa, PBSI UNY Latih Guru SMP Kulon Progo Susun Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning

Senin, 22 Juni 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Media

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:02 WIB

Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:40 WIB

Said Abdullah Tegaskan PDIP sebagai Partai Penyeimbang Pemerintah

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:02 WIB

Polres Sumenep Rayakan Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan Berbagi kepada Pemulung

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Nyaman dalam Ketakutan

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:17 WIB