Candra – Puisi-Puisi Quratul Faizah

Redaksi Nolesa

Minggu, 19 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Candra

I

Aku berlari sempoyongan menuju pemakaman

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan harap akan menggenggam tangan, juga memeluk raga.

II

Aku melihat diujung sana,

Baca Juga :  Puisi-puisi Dhimas Bima Shofyanto

Dia menungguku dengan senyum ramahnya,

Melambaikan tangan dan berkata ” kemarilah, aku disini menunggumu datang ”

III

Sesampainya dipemakaman, yang kulihat hanya batu nisan.

Bukan raga yang gagah perkasa,

Baca Juga :  Di Tepi Sungai Toteker - Puisi Wail Arrifqi

Tidak ada senyum yang ramah,

Juga bukan tangan yang melambai-lambai.

Akh.. ternyata hanya angan.

Yang ku sebut sebagai Candra benar telah pergi ke pangkuan yang Maha Esa.

Baca Juga :  Balada Penyair Tua

Siapa sangka sakratul maut itu akan tiba.

Meski sesak dalam dada,

Namun, ikhlas selalu menjadi Raja.


*Quratul Faizah adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumenep

Berita Terkait

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-puisi Ahmad Rizal
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Khalil Satta Èlman
Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen
Puisi-puisi Ilham Wiji Pradana
Puisi-puisi Dewis Pramanas

Berita Terkait

Senin, 22 Desember 2025 - 12:29 WIB

Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:18 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Sabtu, 29 November 2025 - 11:42 WIB

Puisi-puisi Ahmad Rizal

Sabtu, 27 September 2025 - 11:19 WIB

Puisi-puisi Nihalun Nada

Rabu, 9 Juli 2025 - 21:49 WIB

Puisi-puisi Khalil Satta Èlman

Berita Terbaru

Mimbar

Uji Nyali Hakim Kasus ODGJ Sapudi: Catatan Jurnalis

Jumat, 16 Jan 2026 - 09:29 WIB