Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Redaksi Nolesa

Minggu, 21 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratna Juwita Sari anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB (Foto: Istimewa)

Ratna Juwita Sari anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB (Foto: Istimewa)

JAKARTA, NOLESA.COM – Ratna Juwita Sari anggota Komisi XII DPR RI mengapresiasi tercapainya nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran sebagai langkah positif dalam meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Ratna, perkembangan tersebut berpotensi menciptakan iklim geopolitik yang lebih kondusif dan memberikan dampak baik terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Ia menjelaskan, Timur Tengah merupakan salah satu wilayah utama penghasil dan jalur distribusi minyak dunia. Karena itu, setiap dinamika politik yang terjadi di kawasan tersebut hampir selalu memengaruhi pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap kali terjadi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, harga minyak dunia hampir selalu merespons dengan kenaikan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga langsung membebani masyarakat melalui kenaikan biaya transportasi, logistik, hingga harga kebutuhan pokok. Karena itu, setiap langkah menuju perdamaian tentu patut diapresiasi,” kata Ratna di Jakarta, Jumat kemarin, 19 Juni 2026.

Baca Juga :  HSN 2025, Said Abdullah Tegaskan Peran Pesantren Bagi Kemandirian Bangsa

Meski menyambut baik kesepakatan tersebut, Ratna mengingatkan bahwa perdamaian antara kedua negara belum tentu langsung berdampak pada penurunan harga minyak secara signifikan.

Menurutnya, pasar energi global dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kebijakan produksi negara-negara pengekspor minyak, kondisi ekonomi global, hingga keseimbangan antara permintaan dan pasokan energi.

“MoU ini memang dapat meredakan sentimen negatif pasar dan berpotensi menahan laju kenaikan harga minyak. Tetapi pemerintah tidak boleh hanya bergantung pada perkembangan global. Ketahanan energi nasional harus dibangun dari dalam negeri dengan kebijakan yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga :  Anggota Komisi VIII DPR RI Dukung Langkah Strategis Menko PM Pascabencana

Ratna menilai, momentum membaiknya situasi internasional seharusnya dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat fondasi sektor energi nasional. Upaya yang perlu diprioritaskan, antara lain meningkatkan produksi minyak dan gas bumi dalam negeri, mempercepat pembangunan infrastruktur energi, serta memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Kita harus belajar dari setiap gejolak global. Ketika harga minyak naik, APBN tertekan dan masyarakat ikut menanggung dampaknya. Sebaliknya, ketika situasi global mulai membaik, pemerintah harus memanfaatkan ruang tersebut untuk memperkuat cadangan energi nasional dan mempercepat reformasi sektor energi,” tegas Ratna.

Selain itu, Ratna juga mendorong pemerintah memperbesar cadangan strategis minyak nasional agar Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik ketika menghadapi gangguan pasokan maupun lonjakan harga di pasar internasional.

Baca Juga :  Manfaat dan Tantangan Indonesia Jika Gabung BRICS

“Indonesia tidak boleh terus berada dalam posisi reaktif. Kita memerlukan cadangan energi yang kuat, diversifikasi sumber energi, dan kebijakan yang mampu menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat. Tujuan akhirnya adalah memastikan rakyat tidak menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali terjadi gejolak geopolitik dunia,” katanya.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi, Ratna menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan sektor energi agar mampu menjamin ketersediaan pasokan, menjaga stabilitas harga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

“Perdamaian internasional tentu membawa harapan baik bagi pasar energi global. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah mampu menerjemahkan momentum tersebut menjadi kebijakan konkret yang melindungi masyarakat, menjaga daya beli, dan memperkuat kedaulatan energi Indonesia,” tutup Ratna. (*)

Penulis : Arif

Berita Terkait

Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital
Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z
Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas
Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi
Novita Hardini Soroti Dampak Kenaikan BBM dan Pemblokiran Barcode Subsidi
Soroti Tata Kelola MBG, Politikus Madura Minta Kasus di BGN Jadi Pelajaran
Puteri Indonesia 2026 Siap Jadi Garda Depan Sosialisasi PP Tunas
Novita Hardini Desak Evaluasi Total Pariwisata Nasional, Singgung Vietnam hingga Contoh Sukses Dubai

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:02 WIB

Ratna Juwita: Perdamaian AS-Iran Jadi Peluang Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:23 WIB

Komdigi Libatkan Finalis Puteri Indonesia 2026 dalam Kampanye Perlindungan Anak di Ruang Digital

Senin, 15 Juni 2026 - 23:26 WIB

Istana Gebang Siap Jadi Ruang Edukasi Sejarah Bagi Gen Z

Senin, 15 Juni 2026 - 20:40 WIB

Politikus PKB Minta BSN Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:34 WIB

Di Bursa Wirausaha Unggulan, Menko Cak Imin Ingin UMKM Jadi Penikmat Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terbaru

Suara Perempuan

Nyaman dalam Ketakutan

Minggu, 21 Jun 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melauching logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-758.

Daerah

Pemkab Sumenep Launching Logo Hari Jadi ke-758

Sabtu, 20 Jun 2026 - 23:35 WIB