Puisi-puisi A. Daniel Matin Madura

Redaksi Nolesa

Minggu, 26 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (pixabay)

Ilustrasi (pixabay)

Sajak Kecil

aku adalah ruang hampa kosong

berdiri tegak, sedikit bergetar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

dengan sunyi yang menerkam

tetap ada menanti

disini, luka yang diam makin dalam

air mata jatuh tenggelam

rangkaian luka tak tertahan

kau adalah bayangan setia

dilorong kegelapan

tenggelam dalam sunyi pekat

tak bisa kuraih apalagi dirabah

adakah yang bisa ku lakukan?

Baca Juga :  Puisi-Puisi Syukur Budiardjo

aku ingin kau ganggu sunyiku

Annuqayah 2024

Jangan Tanyakan

rindu telah mekar dalam sunyiku

mengunyahku perlahan

jangan tanyakan tentang perih

diriku sudah dicerna siap dibuang

Annuqayah 2024

Invasi Sunyi

sunyi datang bergerombolan

menyerangku disetiap bagian

darah tumpah bercucuran

sebuah pedang terhunus dalam

aku tak atau apa yang harus di lakukan

pasrah, pasrah, pasrah

Baca Juga :  Puisi-puisi Moh Zainur Rozy

perlahan jadi kebiasaan

Annuqayah 2024

Sobekan Malam

mata tak terpendam

dan luka terus menyala menganga

lampu remang terangkan napas pengap basah

malam datang makin merasuk

telah merobek dan menerkam

dan deru angin makin robek luka

disini aku terpenjara dengan gelap,

mengunyah rindu, mencoba dekap kenangan lewat

Annuqayah 2024

Menyambung Terhempas

dalam selimut malam

aku meringkuk perih

Baca Juga :  Bulan Berkisah, Puisi Sultan Musa

air mata jatuh lebih dalam

dan sunyi menanti menghampiri

disini, dikamarku yang jauh dari pandangannya

malam semakin tebal, kelam datang mencekam

waktu tak lagi terdengar

membisu disusul gerakan beku

ku coba raih sesuatu, tapi apa daya aku terkutuk kaku

Annuqayah 2024


A. Danial Matin kelahiran Sumenep 28 September 2004, merupakan santri Annuqayah Daerah Lubangsa, dan Mahasiswa Instika

Berita Terkait

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama
Puisi-puisi Wail Arrifqi
Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Renata Xalisa Putri
Puisi-puisi Amanda Amalia Putri
Puisi-Puisi Moh Sulthanul Ulum
Puisi-puisi Nihalun Nada
Puisi-puisi Adzkia Fahdila Khairunisa

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:50 WIB

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:01 WIB

Puisi-puisi Wail Arrifqi

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Puisi-puisi Moh Sulthanul Ulum

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:57 WIB

Puisi-puisi Renata Xalisa Putri

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:38 WIB

Puisi-puisi Amanda Amalia Putri

Berita Terbaru

Bupati Fauzi mengenakan baju adat keraton dalam sebuah acara (Foto: Istimewa)

Daerah

Pemkab Sumenep Lestarikan Budaya Lewat Baju Adat Keraton

Kamis, 29 Okt 2026 - 07:07 WIB